Berbagai Biaya Persiapan Masuk Sekolah Dasar

Tahun ajaran baru adalah hal memusingkan lainnya bagi para orang tua muda. Apalagi kalo punya anak yang jaraknya tidak jauh, kebayang kan rumitnya mikirin biaya masuk sekolahnya? Pertimbangan sekolah sekarang berbeda dengan jaman dulu yang hanya penting murah atau dekat rumah. Kurikulum, fasilitas, bahasa, kenyamanan dan semacamnya menjadi patokan pemilihan sekolah demi masa depan anak.

Udah tahu juga dong kalo sekolah yang model begitu tidaklah murah. Kita nggak hanya bicara soal SPP tahunan aja, setelah dirangkum ada 7 komponen biaya pendidikan yang harus disiapkan, yaitu:

Biaya Masuk
Umumnya biasa dikenal dengan sebutan uang pangkal atau uang bangunan yang dibayarkan hanya sekali di tahun pertama ketika anak masuk sekolah untuk membangun atau melengkapi sarana fisik sekolah. Total uang ini mampu membuat jantung orang tua beda degupan karena kadang mahalnya melebihi uang masuk Perguruan Tinggi. Tapi ya tentu sepadan sama fasilitas pendidikan yang akan diperoleh anak.

Biaya Bulanan
SPP per bulan beberapa sekolah keren benar-benar menguras keuangan. Maka dari itu memiliki investasi jangka panjang sejak awal, seperti Reksa Dana Saham, itu wajib banget apalagi jika kamu bercita-cita menempatkan anak ke sekolah terbaik. Harga mahal pun dapat dicerna apabila kamu sudah berinvestasi sedari awal.

Biaya Tahunan
Selain 2 biaya wajib diatas, tanyakan ke sekolah yang dituju mengenai biaya daftar ulang / tahunan. Pembayaran ini dilakukan sebanyak 5 kali atau tiap ajaran baru, lalu siapkan mental juga karena kemungkinan jumlahnya besar, tergantung dari sekolah masing-masing.

Biaya Seragam
Uang masuk tuh belum termasuk pembelian seragam lho. Tingginya nominal mengingat sekolah mewajibkan siswa memakai seragam berbeda setiap harinya. Belum lagi biaya penjahit jika yang kamu dapatkan dari sekolah masih berupa kain.

Biaya Buku
Barangkali ada sekolah yang masih menerapkan pemakaian buku cetak dalam pembelajarannya atau bahkan semua sudah melalui e-book. Namun tetap saja nggak gratis kecuali bisa pinjam di perpustakaan. Buku pun kebutuhannya beragam, ada yang khusus untuk sekolah dan ada yang untuk menunjang pengetahuan di luar sekolah. Sediakanlah demi anak.

Biaya makan siang
Pelajari juga apakah sekolah tersebut menyediakan makan siang atau kamu harus menyiapkannya sendiri. Beberapa sekolah menyediakan makan siang dengan pembebanan biaya ke spp, tapi ada juga yang mempersilahkan orang tua memilih vendor katering langganan sekolah dan membayarnya langsung ke katering tersebut. Kalo mau murah sudah pasti bawa bekal dari rumah.

Biaya les
Kursus tambahan ini memang berada di luar biaya pendidikan. Orang tua kerap memberikan ini ke anak dengan alasan membantu mengatasi permasalahan belajar atau ingin memaksimalkan potensi anak. Cuma lebih baik tanyakan pada anak apakah mereka berkenan. Sebab keterpaksaan yang timbul akan mempengaruhi psikologis anak.

Bacanya jangan sambil stres gitu. Selama kamu punya Reksa Dana Saham sebagai bentuk investasimu, persoalan biaya pendidikan akan tertutup kok. Yang penting mulai aja dari sekarang supaya pikiranmu tenang.

Mochammad Takdis – Dari Putus Cinta Bisa Menghasilkan Omset Milyaran Rupiah

Bila sebagian besar orang patah hati memilih sedih berlarut-larut atau melakukan tindakan cari perhatian agar dikasihani sampai diajakin balikan, lain halnya dengan Mochammad Takdis. Semua energi negatif yang ia serap setelah putus malah meningkatkan kejeliannya melihat pasar jasa wisata sehingga mampu mematahkan mitos bahwa jalan-jalan ke luar negeri itu mahal banget. Di usia 28 tahun, Takdis telah sukses mendirikan Whatravel Indonesia, perusahaan travel berbiaya terjangkau yang sudah membawa ratusan orang keliling dunia.

Takdis mengawali karirnya sebagai seorang travel blogger. Sekarang ia merupakan salah satu jajaran top travel blogger indonesia juga travel influencers yang sudah menginjakkan kaki di sekitar 40 negara. Tak cepat berpuas diri, Takdis sadar pemasukan dari profesi tersebut pasti ada masanya sehingga ia mencoba berbisnis dimulai travel gear hingga coffee shop. Sayangnya, kedua bisnis itu bermasa depan kurang cerah. Akhirnya ia memutuskan menggeluti usaha travel, bidang yang membesarkan namanya selama 7 tahun terakhir.

Menariknya, meski Whatravel Indonesia baru berdiri 1 tahun 7 bulan tapi omzetnya boleh diadu. Bersama timnya, Takdis berhasil meraup keuntungan hingga 5 M di akhir tahun lalu. Luar biasa memang. Meski dari luar sepertinya terlihat instan, namun ada proses yang panjang dibalik itu semua. Berkat profesi travel blogger yang dirintisnya sejak dulu, bisnisnya dapat bersaing serta memperoleh kepercayaan masyarakat luas. Takdis percaya kesabaran berposes akan membawa kita ke tahapan lebih tinggi.

“Punya kemampuan diri untuk menanggung kegagalan dalam waktu yang lama”

Itulah yang Takdis katakan ketika ditanya bagaimana tips untuk menjalani sebuah bisnis. Ia masih ingat ketika usahanya sempat mengalami hambatan akibat trip yang sudah direncanakan tidak berjalan mulus. Akibatnya ia harus menanggung nominal kerugian cukup besar. Ia tidak patah semangat dan terus mencari formula yang tepat hingga usahanya bisa stabil seperti sekarang. Belajar dari kegagalan ialah kuncinya.

Ada beberapa hal penting yang Takdis sampaikan buat kamu yang tertarik punya usaha sendiri:

Jangan berbisnis ketika butuh duit
Jika kamu tabunganmu masih miris, jangan ngotot punya tambahan dari bisnis. Sebab nanti biaya hidupmu lah yang harus dikorbankan lalu menuntunmu pada utang. Baiknya berbisnislah apabila sudah punya tabungan investasi yang cukup.

Berbisnis bukan satu-satunya ladang uang
Banyak orang melihat bisnis merupakan bisnis merupakan bentuk dari financial freedom. Padahal enggak begitu juga karena yang kita hadapi itu resikonya besar. Kalo nggak siap ya langsung tumbang. Carilah rejeki yang memang kamu mampu berkembang disitu daripada rugi beruntun.

Jangan over optimistic
Segala yang berlebihan tidak baik, begitu pula dengan bisnis. Milikilah keyakinan sewajarnya, siapkan diri menghadapi hal terburuk kemudian tanyakan ke diri sendiri apa yang harus dilakukan saat gagal. Itulah seorang pebisnis.

Harapan Takdis ke depannya Whatravel Indonesia dapat menjadi investasi jangka panjang di industri travel Indonesia yang merubah pemikiran jika jalan-jalan itu ternyata tidak harus mahal, tidak perlu ribet namun tetap aman. Dan juga semoga anak-anak muda Indonesia berani berinovasi dan mengalahkan ketakutan kegagalan dengan investasi melalui bisnis.

Hasilkan Uang 1,5 Milyar Seperti Pemenang Asian Games 2018

Berlalunya keseruan Asian Games 2018 menyisakan perasaan mengharukan terlebih bagi masyarakat dan atlet. Atmosfer kebanggaan terhadap Indonesia terlihat dari persembahan sejumlah medali yang dihasilkan anak bangsa. Ini pun diapresiasi sebesar-besarnya oleh pemerintah dengan menyediakan bonus yang lumayan banget. Seperti yang kamu tahu, ada hadiah Rp. 1,5 Milyar buat peraih medali emas serta fasilitas rumah dan tunjangan karir Pegawai Negeri Sipil bagi masing-masing pemenang.

Bikin iri ya? Jangan maksa jika kamu memang nggak ada bakat jadi atlet. Ada cara lain supaya kamu tetap bisa memiliki uang Rp. 1,5 Milyar bahkan dalam beberapa tahun ke depan.

Perbesar alokasi investasi
Bila selama ini kamu hanya mengambil 5-10% dari pendapatan untuk ditabung, coba naikan hingga 50%. Kamu masih bisa makan, memenuhi kebutuhan sehari-hari namun hanya perlu mengurangi hidup konsumtif. Seandainya kamu sudah berpasangan dan punya 2 penghasilan, cobalah hidup menggunakan 1 pemasukan saja, sementara 100% sisanya diinvestasikan. Kemudian, lihat kemajuannya di bulan-bulan berikutnya.

Uangkan hobimu
Ketimbang cuma untuk lucu-lucuan aja, lebih baik hobimu dijadikan uang. Semisal sukanya masak, coba deh bikin tester makanan lalu ajak temanmu mencobanya. Ketika kamu mendapat respon positif, bisa tuh bikin catering kecil-kecilan dulu sambil cek target pasarmu. Atau kalian yang suka nulis dan foto, tawarkan jasamu buat mengisi konten di sosial media atau website. Percayalah tambahannya tuh lumayan banget.

Investasi Reksadana Saham
Masukkan pendapatan yang sudah kamu sisihkan itu ke Reksa Dana Saham dimana fungsinya memang sebagai investasi jangka panjang. Makin besar yang kamu tanam, potensi keuntungannya pun makin besar. Cocok untuk kalian yang sudah menjalankan rencana hidup sehingga kegunaan investasinya pun jelas, membeli rumah misalnya. Anggaplah setiap bulan kamu setor Rp. 1 juta, dalam 10-15 tahun kemungkinan cicilan rumahmu sudah selesai agar bisa fokus ke hal lainnya.

Dengan menerapkan ketiga strategi di atas, kamu punya kesempatan yang sama atau bahkan bisa dapetin lebih dari Rp. 1,5 Milyar. Kuncinya tentu saja di investasi karena nggak bakal cukup kalo hanya mengandalkan gaji.

Nggak lolos PNS, Yuk Buat Sendiri Dana Pensiunmu

Makin nambah umur, otomatis kekuatan fisik dan pikiran akan berkurang. Produktivitas kita sebagai karyawan akan menurun pada usia tertentu, di titik itu juga pun kita harus siap pensiun untuk diganti oleh anak-anak yang lebih muda. Bicara tentang ini, sudah menjadi rahasia umum jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pekerjaan favorit sejuta umat salah satunya karena adanya jaminan pensiun.

Dengan kuota penerimaan PNS yang cuma sedikit banget ditambah persaingan yang gila-gilaan, lebih baik kalian bekerja sesuai potensi yang dimiliki kemudian merencanakan dana pensiun sendiri. Ada 3 program yang bisa kalian ikuti, yaitu:

BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK)
Semua perusahaan wajib banget memberikan Jaminan Hari Tua (JHT) lewat BPJS-TK sesuai undang-undang berlaku. Besarannya mencapai 5,7% dari gajimu dengan komposisi 3,7% dibayarkan perusahaan sementara 2%nya dibayar oleh karyawan. Dana ini bisa diambil saat usiamu mencapai 55 tahun atau meninggal atau cacat permanen, mengalami PHK, pergi keluar negeri serta bila kamu menjadi PNS/ anggota TNI/Polri.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Selain BPJS, mungkin juga ada perusahaan yang mendaftarkan karyawannya ke DPLK. Iurannya mengambil berdasarkan potongan gaji tiap bulan berdasarkan presentase tertentu kemudian dibayarkan sebagai dana pensiun. Nantinya kamu sebagai karyawan bisa memilih mau dibayarkan sekaligus atau bertahap. Misalnya nanti kamu pindah ke tempat lain, uangmu bisa diambil atau dipindah ke DPLK lainnya.

Reksa Dana Saham
Buat dana pensiunmu berkembang dengan meletakkan pada instrument Reksa Dana Saham untuk investasi jangka panjang. Potong gajimu tiap bulan misalnya minimal Rp. 500.000 khusus dana pensiun. Enaknya Reksa Dana, kamu nggak perlu nunggu hingga usia tertentu untuk mengambilnya sebab pencairannya bisa kapan saja. Nah tapi, bgitu udah mencapai umur sekitar 45 tahunan kamu mungkin bisa alihkan ke Reksa Dana Pasar Uang yang lebih rendah resikonya.

Yuk persiapkan mulai sekarang, jangan sampai menjadi bagian dari 5,06% pekerja yang menurut data OJK tahun 2011 berada dalam ketidakpastian karena belum memiliki dana pensiun. Tidak menjadi abdi negara, bukan berarti punya kehidupan yang tak terarah kan?

Mandiri Investasi Luncurkan Produk Perdana KIK EBA Mandiri GIAA01

PT Mandiri Manajemen Investasi bersama dengan PT Garuda Indonesia berhasil meluncurkan produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01 dengan nilai total sebesar Rp 2 Triliun yang terbagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas A dan kelas B.

KIK EBA Mandiri GIAA01 kelas A dilakukan melalui penawaran umum kepada investor strategis dan dilakukan pencatatan perdana instrumen EBA Mandiri GIAA01 Kelas A di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada pembukaan bursa hari ini, 31 Juli 2018. KIK EBA Mandiri GIAA01 yang akan dicatatkan di bursa ini adalah EBA ‘Kelas A’, mendapat rating AA+ dari Pefindo dengan imbal hasil sebesar 9,75% pa dan tenor 5 tahun (tanggal jatuh tempo 27 Juli 2023) dengan nilai mencapai Rp 1,8 Triliun dimana nilai pokok ini akan menurun proporsional setiap tahun sementara untuk kelas B dilakukan melalui penawaran terbatas dengan nilai Rp 200 Miliar untuk tenor sejenis dan tingkat imbal hasil yang tidak tetap.

KIK EBA Mandiri GIAA01 ini merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan yang pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat sebagai underlying, yang dalam hal ini adalah hak pendapatan atas hasil dari penjualan tiket pesawat Garuda dengan rute Jeddah dan Madinah.

Mandiri Investasi Terbitkan KIK-DINFRA MJPT001 dan RDPT MIET

PT Mandiri Manajemen Investasi (“MMI”) kembali meluncurkan produk inovatif di sektor pasar modal Indonesia, dimana kali ini MMI memperkenalkan sebuah investasi alternatif yaitu KIK-DINFRA dan RDPT guna memenuhi solusi investasi dan alternatif pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Selain merupakan Manajer Investasi pengelola Reksa Dana terbesar di Indonesia, MMI adalah Manajer Investasi inovatif dan merupakan pioneer pada produk investasi alternatif seperti KIK EBA, RDPT, kemudian yang terakhir yang kami luncurkan bertepatan dengan perhelatan IMF-Bank Dunia di Bali yaitu KIK-DINFRA. Dengan adanya produk alternatif ini, MMI melakukan diversifikasi sekaligus juga diferensiasi dengan perusahaan manajer investasi yang lain di Indonesia.

Produk KIK-DINFRA MJPT001 akan berinvestasi pada asset infrastruktur dari PT Jasamarga Pandaan Tol yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“JSMR”) dengan target nilai total investasi sebesar-besarnya Rp 1,5 Triliun. Keunggulan KIK-DINFRA dibanding produk investasi lainnya antara lain KIK-DINFRA memiliki fleksibilitas didalam pengelolaannya, dimana manajer investasi dapat menempatkan dana investasi KIK-DINFRA pada efek bersifat ekuitas, efek bersifat utang, maupun proyek infrastruktur fisik secara sekaligus. Selanjutnya, KIK-DINFRA juga dapat menjawab kebutuhan investor yang ingin melakukan diversifikasi investasi diluar efek – efek yang diperdagangkan di bursa seperti saham perusahaan publik dan obligasi. Dan yang terakhir KIK-DINFRA dapat ditawarkan melalui penawaran umum sehingga dapat menjangkau investor yang lebih luas.

Selain KIK-DINFRA MJPT001, MMI bersama JSMR juga sebelumnya telah menerbitkan RDPT MIET pada bulan Juli 2018. Target total nilai investasi RDPT MIET adalah sebesar Rp 3 Triliun. Penerbitan RDPT MIET sangat disambut secara positif oleh investor-investor baik investor lokal maupun investor asing dalam acara Forum Investasi Indonesia 2018 di Bali. Investor lokal yang mendukung sektor infrastruktur Indonesia melalui RDPT MIET ini adalah Taspen, ASABRI, Jasa Raharja, Indonesia Infrastructure Finance, dan WanaArtha Life. Selain itu, investor asing yang turut hadir pada kesempatan ini seperti Allianz dan AIA juga memberikan komitmen kerjasama pembiayaan proyek infrastruktur melalui Investasi RDPT MIET ini.

Sebelumnya, MMI juga telah menerbitkan produk-produk alternatif seperti RDPT Mandiri Infrastruktur Ekuitas yang berinvestasi pada energi terbarukan, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset dengan JSMR (KIK-EBA Mandiri JSMR01) di tahun 2017 yang mendapatkan minat hingga mencapai Rp 5,1 triliun atau 2,7 kali kelebihan permintaan dari total nilai penerbitan. Pada Juli 2018, MMI bersama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. berhasil meluncurkan produk KIK EBA Mandiri GIAA01 dengan nilai total sebesar Rp 2 triliun yang terbagi menjadi 2 kelas, yaitu kelas A dan kelas B.

Sampai dengan September 2018, Asset Under Management (“AUM”) Reksa Dana MMI termasuk KIK EBA dan RDPT mencapai lebih dari Rp 49 Triliun, sehingga MMI berhasil mempertahankan posisi no. 1 di peringkat AUM Industri Reksa Dana Nasional.
MMI selalu berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui skema pendanaan alternatif bagi emiten/korporasi, sekaligus membantu investor dalam memenuhi kebutuhan investasi melalui pengembangan produk dan solusi investasi yang inovatif.