Peran Ayah Dalam Kecerdasan Emosional Anak

Ayah sering dianggap sebagai bank keluarga mengingat ia merupakan sumber pemenuhan kebutuhan rumah. Hidupnya tak terlepas dari segunung pekerjaan kantor sehingga jarang banget berkumpul bersama anak atau keluarga. Alhasil interaksi dengan anggota rumah pun mungkin hanya Sabtu dan Minggu, itu pun juga kalau nggak capek. Waktu hilang, penyesalan sudah pasti nanti datang belakang. Para ayah, keberadaan ibu memang penting guna perkembangan anak tapi ternyata peran ayah itu menentukan kecerdasan emosi dari anakmu nanti.

Penelitian Jurnal Psikologi mengatakan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan adalah suatu partisipasi aktif melibatkan fisik, afektif, dan kognitif dalam proses interaksi antara ayah dan anak yang berfungsi untuk mengakui anak sebagai pribadi, melindungi anak dari sumber-sumber bahaya potensial dan berkontribusi pada pengambilan keputusan yang berpengaruh terhadap kesejahteraan anak, memastikan kebutuhan material anak dan aktivitas bersosialisasi seperti pendisiplinan, pengajaran, dan perhatian yang merepresentasikan peran ayah sebagai pelaksana dan pendorong bagi pembentukan dalam perkembangan anak.

Karena bukti kehadiranmu sungguh berharga, yuk ciptakan kedekatan ayah dan anak menggunakan langkah sebagai berikut:

Atur jadwal dengan pasangan
Biasakan berpikir bahwa sibuk bukan halangan dalam pembagian tugas mengurus anak bersama istri sebelum berangkat bekerja. Malam harinya, tanyakan dan diskusikan tentang apa saja yang dialami sang anak di hari itu. Kemudian berkomunikasilah agar dapat menemukan solusi atas masalah yang sedang dihadapi. Dengan begitu, hubungan emosional akan terjalin dan anak pun bisa merasakan perhatian dari ayahnya.

Bermain dengan anak
Ikutilah ajakan bermain anak. Ia tentu sangat senang mendapat teman main setelah jarang melihat sang ayah di rumah. Bersama ayah, anak akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dibanding saat bersama ibu. Ayah berpeluang memperkenalkan aktivitas luar ruangan yang lebih seru. Ini juga membantu anak melatih keberaniannya berinteraksi ketika sudah dewasa nanti.

Kenali teman anak
Apabila anak sudah beranjak puber, nggak jamannya lagi bersikap posesif terhadap anak. Justru sebaiknya kenali lingkungannya bergaul agar kamu tidak berasumsi negatif yang mengakibatkan anak membangkangmu. Jika ada hal yang menganggumu, bicarakan bersama anak. Jelaskan perspektifmu lalu beri arahan lebih lanjut. Membiasakan menghargai pendapat dan komunikasi dua arah mampu menjadikan hubungan ayah anak lebih akrab.

Menjalin komunikasi membangun
Berkomunikasilah secara intensif sehingga anak merasa bahwa ia diperhatikan oleh sang ayah meski kamu terlihat sibuk. Bukan hanya menanyakan mengenai kejadian sehari-hari saja, tapi kamu juga bisa berbagi pengalaman hidup ke anakmu nanti agar ia dapat menyikapi hidup lebih bijak. Selain itu, galilah juga rencana masa depannya. Bantu ia menyiapkannya sejak dini dengan mengarahkannya untuk menyisihkan uang jajan bulanannya kemudian berinvestasi di Reksa Dana Saham.

Baik ibu maupun ayah, peranmu tidak akan tergantikan. Malah saling melengkapi agar anak tumbuh optimal dan menjadi pribadi yang membanggakan keluarganya. Selamat Hari Ayah nasional! Semoga ayah selalu sehat dan semangat memberikan yang terbaik bagi keluarga. 

Investor Muda Pahlawan Bangsa

Nggak cuma nongkrong yang patut dijadikan sebagai gaya hidup, investasi pun harus demikian. Karena dampaknya tuh bakalan keren banget ketika kalian sudah memasuki umur matang di kehidupan. Misalnya keluargamu pun sudah hidup tercukupi, jangan mau kalah dengan generasi sebelumnya. Ciptakan kesuksesanmu sendiri berkat investasi seperti anak muda dibawah ini. Mereka punya andil yang cukup besar dalam menggerakan ekonomi Indonesia. Siapa sajakah?

Aryo Ariotedjo
Merasa cukup berkarir di beragam perusahaan, Aryo memutuskan membangun bisnisnya sendiri bersama beberapa rekannya dengan mengambil Gravira.com sebagai debut pertamanya. Kemudian ia membentuk Grupara Energi atau Grupara Inc, perwujudkan idealismenya guna mendukung inovasi bisnis di Indonesia. Grupara merupakan venture capital serta inkubator untuk para start up yang sedang dalam masa perkembangan. Usia muda bagi Aryo bukanlah menjadi patokan dalam berinvestasi. Justru harus dimulai sedari dini. Sepakat yah!

Andika Sutoro Putra
Di usianya yang baru 24 tahun, Andika telah menjadi direktur utama dari perusahaan Global Pacific International Holding Company, sekaligus menjadikannya sebagai salah satu milliader termuda. Bisnisnya bergelut di bidang Properti, Value Investing, kuliner, Trading, Seminar dan Investasi Forex. Padahal, secara akademis Putra tergolong biasa saja. Ia pun juga berasal dari keluarga sederhana. Namun itulah yang menjadi lecutan bagi dirinya agar berkembang dimulai dari rintisan berjualan online. Itulah yang mengantarkannya ke posisi puncak seperti sekarang.

Billy Budiman
Billy menjajal pasar modal sejak ia masih berusia 10 tahun dibawah asuhan Ayah dan juga Pamannya. Sempat mengalami kerugian yang besar di Bursa Efek, Billy kecil terpikir untuk berhenti. Namun berkat belajar dari kesalahannya, portfolio sahamnya meningkat dan ia mampu menciptakan metode analisis saham. Billy tidak hanya dikenal sebagai investor saham saja tapi juga seorang pemain yang kemampuan analisisnya akurat.

Andrian Wijaya
Ia membuktikan bahwa kaya raya itu memang bisa dimulai dari nominal investasi yang kecil. Andrian mengikuti minat kakaknya yang terjun di pasar saham. Dari modal yang cuma Rp. 200.000 saja, sekarang dia sudah menjadi investor termuda Jambi di bidang tekstil. Kamu pun bisa seperti Andrian, bahkan dengan Rp. 100.000 pun dapat memiliki investasi di Reksa Dana Saham yang cocok untuk jangka panjang.

Menabung saja nggak cukup karena hanya untuk mengamankan uang, beda halnya dengan investasi yang bisa bertambah. Pemula yang belum berani ambil resiko, Moinves punya Reksa Dana Pasar Uang. Sementara kamu yang suka sama tantangan, yuk cobain Reksa Dana Saham. Gagal itu urusan belakang, yang penting mencoba seperti para investor muda diatas.

Industri Peer To Peer : Berhati-Hati Dengan Kemudahan

Beberapa bulan lalu jika kamu tahu, Cina berada dalam pergolakan industri  Financial Technology yang cukup besar. Ratusan perusahaan peer to peer (P2P) lending di negara ini mengalami kejatuhan luar biasa setelah banyak kegagalan yang terjadi dalam proses pengembangan uang melalui P2P lending. Investor yang makin sadar dengan resiko penggunaan produk tersebut akhirnya menarik uang mereka karena tidak memiliki kepercayaan pada bisnis tersebut. Ini merupakan sebuah ironi mengingat P2P lending adalah lambang inovasi Financial Technology di sana.

Financial Technology menawarkan keuntungan yang memang tidak dimiliki oleh perbankan yaitu kecepatan mendapatkan pinjaman uang ataupun berinvestasi. Tapi yang harus kamu pertimbangkan mengapa sistem perbankan terkesan lebih rumit sebab mereka mampu memberimu pinjaman dalam jumlah besar dan mengutamakan keamanan buatmu sebagai nasabahnya. Pinjaman di P2P lending sifatnya terbatas sesuai regulasi. Soal investasi, ada yang berpendapat bahwa timbal baliknya lebih cepat dibanding produk konvensional. Hanya saja ternyata punya resiko yang dapat berakibat fatal seperti negara Cina.

Sebagai seorang investor yang menanamkan modal di perusahaan, masyarakat Cina menyukai sesuatu yang berlabel “dijamin” misalnya dijamin untung, dijamin kembali dan lain sebagainya. Hampir sama seperti orang Indonesia nggak sih? Nah, ketika hal tersebut tidak memenuhi ekspektasinya sehingga malah menghilangkan harta berharga, mereka protes. Bentuk kemarahannya yaitu menuntut pemerintah membekukan perusahaan itu melalui regulasi. Ketika satu per satu kasus diselidiki rupanya baru bisa diketahui bahwa selama ini ada praktek salah sehingga konsumen pun dirugikan.

Berkaca dari kasus Cina ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang penyelenggara (P2P) lending menjalankan skema on balance sheet lending yakni lembaga berperan meminjamkan uangnya kepada nasabah. OJK menilai bahwa skema tersebut malah membuka peluang penyalahgunaan dana nasabah. Langkah baik ini perlu disambut karena sebagai bentuk dari revolusi keuangan seharusnya Fintech menguntungkan masyarakat bukan sebaliknya.

Harus diingat jika bunga piutang bukanlah bentuk investasi. Sebab yang dinamakan investasi adalah penanaman modal yang berpotensi menghasilkan keuntungan untuk kebutuhan jangka panjang dan bersifat likuid. Oleh karena itu kamu sebagai masyarakat pun juga harus cerdas dalam menggunakan teknologi. Kenali untung sekaligus resikonya lalu pilih yang cocok sesuai kebutuhan. Dengan begitu kamu telah menyelamatkan hidupmu dari kehancuran keuangan.

Pemahaman Mapan di Usia 20an

“Gaji tetap, udah bisa nyicil rumah sekaligus jalan-jalan.” Barangkali itu yang ada di pikiran kalian ketika membayangkan sebuah kemapanan di usia muda. Mapan adalah perihal sensitif di Indonesia mengingat orang tua jaman dulu menilai kualifikasi seseorang dari bibit, bebet dan bobot tersendiri. Namun sesungguhnya mapan bukan hanya sebatas definisi di atas. Terdapat beberapa hal mendasar yang harus dimiliki sehingga layak disebut mapan di usia muda, yaitu:

Hidup teratur
Di fase ini kamu sudah mulai pandai mengatur apa saja yang kamu butuhkan baik dari dari sisi perencanaan keuangan maupun waktu untuk diri sendiri. Kamu juga berkenan memilah pertemanan yang bermanfaat serta kegiatan yang mampu menunjang potensimu. Sebab kamu tahu betapa berharganya waktumu.

Kebebasan finansial
Ini bukan soal kamu sudah bisa jalan-jalan atau beli apapun dengan uangmu sendiri. Tapi lebih ke apakah kamu sudah memiliki simpanan untuk hidupmu agar ke depannya tidak lagi bergantung pada orang lain atau orang tua lagi. Awali dengan menginvestasikan pendapatanmu ke Reksa Dana Saham yang cocok banget buat 5-10 tahun mendatang.

Visi dan misi
Umumnya banyak yang masih bingung tentang apa yang ingin mereka capai dan dapatkan di usia 20 tahunan. Biasanya kamu kenal dengan sebutan quarter life crisis khususnya buatmu yang berusia 25 tahun. Jika nanti menghadapi tahap ini, fokuskan kembali tujuanmu dan evaluasi lagi hal-hal yang sudah kamu kerjakan. Tiap orang punya kesuksesan masing-masing, maka dari itu jangan membandingkan diri yah.

Berani risiko
Setiap langkah tentu ada perhitungannya. Hanya saja jika kamu kebanyakan pertimbangan, malah kamu sulit maju. Apapun yang kamu jalani sekarang atau nanti, hadapi kemudian tekuni. Gagal itu sudah biasa dalam perjalanan hidup, tapi justru menjadi pelajaran yang tak ternilai. Berlapang dada dan pantang menyerah, percayalah bahwa proses tidak akan menghianati hasil.

Mapan itu definisinya sederhana kok. Yang penting utamanya ialah berinvestasi, sebab itulah yang sebenarnya membuat keuanganmu lebih nyaman nantinya. Kesiapan versimu seperti apa? Share ya!

Maldives Versi Indonesia Buat Liburan Akhir Tahunmu

Seperti yang kita tahu, saat ini dollar sedang melejit. Dalam kondisi begini kamu tidak disarankan untuk pergi ke luar negeri daripada memboroskan pengeluaran. Lagipula Indonesia punya banyak tempat keren dibanding negara luar, utamanya wisata laut. Bila kamu dalam waktu dekat berencana pergi ke Maldives, pulau yang selalu disebut sebagai salah satu surga bumi demi menikmati pantai, urungkan dulu niatmu. Ada beberapa pulau di Indonesia yang cantiknya tak kalah dari Maldives dihimpun dari Kompas Online:

Raja Ampat
Kamu harus menempatkan pulau ini sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi dalam hidup. Pesona kecantikannya sudah menyebar ke turis domestik dan juga internasional. Tentu kalian berpikir kalo ke sana tuh mahal banget. Kabar baiknya, ada sejumlah open trip yang menyediakan perjalanan ke Raja Ampat dengan biaya rendah mulai Rp. 7 jutaan. Coba kalian ulik lagi supaya mendapat informasi jelas.

Pulo Cinta
Gorontalo yang mungkin terkesan antah berantah ternyata punya kawasan cantik yang bernama Pulo Cinta. Pulau ini memiliki belasan cottage yang menawarkan kenyamanan dan ketenangan bagi pengunjung. Disini kamu bisa bersantai, berenang di pantai atau juga snorkeling di sekitar pulau. Hiburannya ya hanya laut mengingat letaknya berada di tengah-tengah. Harganya bergantung pada jumlah hari yang kamu pilih serta fasilitasnya. Buat jaga-jaga, siapkan saja dana antara Rp. 3-7 juta untuk kesana.

Pulau Macan
Kamu yang pengen liburan enak tapi tetap dekat dari Jakarta, datanglah ke Pulau Macan yang merupakan bagian dari Kepulauan Seribu. Hanya ditempuh selama 1,5 jam menggunakan kapal cepat dan kamu bisa merasakan liburan berkualitas di sejumlah resort. Biayanya termasuk ramah kantong kok, mulai dari Rp. 600 ribu hingga Rp. 4 jutaan tergantung juga aktifitas serta fasilitas apa yang kamu ingin dapatkan disana. Sebab kenyamanan juga punya harga.

Pulau Bintan
Tinggalkan Bali, Lombok dan sekitarnya lalu beralihlah sejenak ke Sumatra. Karena Kepulauan Riau memiliki aset laut yang keren banget berlokasi di Pulau Bintan. Namanya Lagoi Bay Beach. Disini kamu bisa snorkeling, berbaring cantik sampai ke gurun pasir atau Wisata Mangrove. Soal penginapan, bisa disesuaikan sama biaya mau ambil murah atau juga yang mewah sekalipun mulai dari Rp. 2 jutaan – Rp. 4 jutaan.

Segera rencanakan akhir tahunmu dan beli tiketnya daripada kehabisan. Atau kalian ada tujuan lain? Share yah!

PT Mandiri Manajemen Investasi Dengan YCAB untuk Corporate Social Responsibility

Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pendidikan dan financial literacy, PT Mandiri Manajemen Investasi (“MMI”) hari ini mengadakan seremoni penandatanganan kerjasama CSR dengan tema “Selagi Muda” dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (“YCAB”). Acara ini dilakukan di Rumah Belajar YCAB Duri Kepa, Jakarta Barat.

Seremoni penandatanganan dilakukan oleh Bpk. Alvin Pattisahusiwa, Direktur Utama MMI dengan Bpk. Mario Montino, Chief Operating Officer YCAB Foundation. YCAB adalah sebuah Yayasan yang berfokus di bidang pengembangan anak pra-sejahtera dan juga memberdayakan anak-anak tersebut untuk menjadi mandiri melalui penyediaan edukasi, bantuan ekonomi, dan penciptaan kesejahteraan demi masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Komitmen akan kegiatan CSR ini menjadi salah satu bukti keseriusan MMI dalam membangun negeri. MMI sadar sepenuhnya bahwa komitmen di bidang pendidikan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. MMI juga berkomitmen bahwa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diperlukan financial literacy yang akan bekal untuk menjadi lebih sejahtera dapat memenuhi tujuan-tujuan keuangan, dan siap dari sisi financial agar dapat menjadi insan yang Mandiri.