Travelling Berkualitas atau Seadanya?

Jalan-jalan adalah kebutuhan, baik penyegaran mental atau konten instagram. Tapi jika ditanya soal tabungan, mereka lebih memilih diam. Bukan karena nggak mau pamer cuma memang mereka tak punya. Kok bisa? Biasanya habis gajian, langsung pesen tiket kereta atau pesawat menuju destinasi berikutnya. Dibalik keseruan seringnya berpergian, sesungguhnya ada penghematan dana. Memang intensitas liburannya sering, namun jauh dari kualitas, misalnya hanya datang ke hotel, istirahat, pergi makan, ke 1 tempat wisata foto-foto, pulang ke hotel lalu tidur. Besoknya bangun, ke 2-3 tempat wisata, keluar hotel lalu pulang. Pernah nggak kalian seperti ini?
Coba deh kalian itung, tiap kali pergi sebulan sekali biayanya 1 juta atau 1,5 juta maksimal lalu di kali 12 bulan. Totalnya bahkan kalau kalian mau bersabar sebenarnya tuh bisa backpacking ke negara terdekat. Belum lagi misalnya ternyata gaji pas-pasan harus bayar tagihan tapi tetap pergi demi pengakuan publik. Meski menyenangkan dan terkesan hemat liburan seadanya sebenarnya membuatmu lebih boros. Maka dari itu, tahanlah dirimu dengan mengalihkan ke kegiatan lain misalnya pekerjaan sampingan yang dapat membantumu mendapatkan tambahan. Lumayan banget kan buat liburan selanjutnya?
Sementara itu, liburan berkualitas kadang terkesan lebih mahal padahal merencanakan liburan sejak jauh hari itu bisa mendisiplinkan anggaran. Selain itu, kamu dapat mencari tiket transportasi promo hingga penginapan terjangkau. Bandingkan bila semua serba mendadak, otomatis harga akan naik. Libur terencana akan membawa manfaat yang baik bagi tubuh sebab segalanya tersusun rapi baik dari wisata hingga keuangan. Pos investasi pun juga tak akan terganggu dan kamu tetap memiliki dana simpanan segala kondisi baik yang darurat atau untuk masa mendatang.
Makanya, mendingan punya jadwal liburan berkualitas dibanding mengejar kuantitas yang bikin tabungan tak bersisa. Kalau nggak punya tabungan, siapa yang menolongmu dalam waktu terdesak?
Pertimbangan Sebelum Mengambil S2

Kesadaran akan pentingnya investasi ilmu membuat banyak orang akhirnya memutuskan melanjutkan sekolah ke jenjang Strata 2 demi penghidupan yang semakin baik atau derajat yang lebih tinggi. Namun sebelum membayangkan gambaran indah setelah bergelar Master, pertimbangkanlah hal-hal berikut agar keilmuanmu bisa digunakan secara tepat, yaitu:
Pilihan bidang studi
Pikirkan kemudian putuskan industri pekerjaan yang ingin kamu tekuni. Sebab bermula dari situ kamu akan lebih mampu menentukan studi apa yang cocok kamu geluti. Pastikan juga bahwa kamu menyukai bidang tersebut karena jika tak nyaman menjalaninya maka ilmu kurang terserap maksimal. Sayang banget kan?
Tujuan jangka panjang
Sama seperti Reksadana Saham, pendidikan adalah jenis investasi berjangka panjang dimana dengan menerapkan strategi yang cermat maka hasilnya pun optimal. Nah apa tujuanmu mengambil pasca sarjana? Dimanakah setelah itu kamu akan berkarir? Apakah kamu ingin menjadi seorang pendidik atau berkarir di perusahaan? Sebisa mungkinkamu sudah punya rencana setelahnya ya, jangan hanya kembali bersekolah untuk sekedar keren saja.
Dana pendidikan
Bila mentalmu siap dan tujuanmu sudah jelas, ambillah dana dari hasil investasimu untuk biaya sekolah. Apabila dirasa masih kurang, ajukan beasiswa baik dalam atau luar negeri yang menyesuaikan arah studimu. Andai kamu berkeinginan melanjutkan di luar, manfaatkanlah tabunganmu selama hidup di sana. Ikuti forum peminat beasiswa supaya kamu memperoleh akses informasi terbaru serta mulai cicil berkas yang perlu dilengkapi untuk pendaftaran agar tak tergesa-gesa nantinya.
Nah, setelah mendapatkan jawaban atas pertimbangan di atas, harus kamu ingat bahwa memiliki gelar Master bukan berarti karirmu langsung melesat atau memudahkanmu mencari pekerjaan. Kedua hal tersebut ialah proses yang tetap dijalani dari bawah hingga kamu dapat membuktikan kemampuanmu dalam pekerjaan. Maka dari itu gelutilah bidang yang kamu minati dan juga berdampak baik bagi kehidupanmu kelak.
Melihat Prospek Bisnis Coworking Space di Indonesia

Tingginya minat penyewaan kantor membuat peluang bisnis coworking space berpotensi tinggi sebagai solusi alternatif untuk pebisnis pemula atau start up berbiaya terjangkau dibanding ruang kantor pribadi. Ruang kerja ini umumnya menawarkan fasilitas perkantoran lengkap serta pengelola administrasi kantor. Gatot Hendraputra, Ketua Panitia Temu Coworking Indonesia yang diadakan tahun 2018 mengatakan bahwa bisnis coworking space tak hanya mengalami pertumbuhan pesat di kota besar atau ibu kota provinsi, namun juga tumbuh di kota kecil.
Seberapa banyak sih Coworking Space di Indonesia sekarang? Kalian yang investasi Reksa Dananya sudah mulai menunjukkan hasil, mungkin bisa mencoba coworking space karena menurut data dari Faye Alund, Perkumpulan Coworking Indonesia meski telah bertumbuh sebesar 640% dibanding tahun lalu, penyebarannya belum juga merata yaitu 50% di Jakarta sedangkan 80% di Jawa – Bali.
Investasi bisnis ini cukup menggiurkan dengan menargetkan pangsa start up, pekerja seni atau freelance. Konsultan properti dan Bank Indonesia pun mengakui bahwa coworking space tengah diperhitungkan sebagai entitas baru dalam industri properti sehingga dapat dijadikan salah satu hasil dari investasi jangka panjang. Apa yang membuat ruang kerja bersama ini menarik?
Hemat biaya operasional
Karena digunakan bersama, maka pengeluaran untuk listrik, internet atau konsumsi bisa hemat sebab biasanya sudah disediakan pengelola atau pembayaran, jadi dari sisi kamu sebagai penyewa lebih ringan.
Mendapat inspirasi
Bagi pekerja lepas atau mereka yang punya fleksibilitas kerja, coworking space membantu memperoleh ide sekaligus memberi kita ruang koneksi dan kolaborasi bersama pekerja lain. Siapa tahu kamu mendapat proyek baru kan?
Konsentrasi kerja
Bekerja di rumah biasanya mengurangi konsentrasi lantaran bisa terhalang beberapa urusan pribadi sehingga mengganggu pekerjaan. Sementara coffee shop kadang tak nyaman sebab terlalu ramai. Makanya, coworking space mampu membantumu meningkatkan efisiensi waktu serta produktivitas kerja.
Ruang kantor eksekutif
Maksudnya adalah kamu bisa menyewa ruangan yang diperlukan untuk membuat kantor berharga lebih terjangkau. Hanya saja kamar mandi dan dapur tetap harus berbagi dengan pengguna ruangan yang lain.
Kerja di tempat tersebut kayaknya seru yah! Tertarik melebarkan investasi ke coworking space gak?
Teknologi Pendukung Bagi Bisnis UKM

Kesuksesan usaha kecil selain ditentukan oleh produk dan pemasaran, ia harus ditunjang dengan kemampuan adaptasi serta perubahan teknologi agar kinerja bisnis lebih tepat guna. Berikut adalah teknologi yang dapat digunakan oleh kamu yang mungkin memiliki Usaha Kecil Menengah untuk mempermudah keberlangsungan bisnis:
Business intelligence applications
Big data berfungsi untuk memutuskan strategi penjualan ataupun mengenal konsumen dari usaha tersebut. Dari profil dan demografi pelanggan, pelaku bisnis bisa menciptakan inovasi yang berelasi dengan pembelinya. Big data juga merupakan salah satu investasi jangka panjang, misalnya saat pemakaian perangkat analitik yang cukup mahal namun manfaatnya bagi pebisnis pun cukup signifikan.
Tablet computers
Jumlah pengguna tablet computers semakin meningkat seiring perubahan perilaku konsumen baik di pekerjaan maupun kegiatan harian yang menginginkan perangkat praktis namun tetap fungsional. Bagi pebisnis kecil, alat ini mampu memudahkan pembayaran, rekapitulasi keuangan hingga presentasi produk. Namun keputusan akhir tetap di kamu apakah memerlukan alat ini atau sebaliknya. Gunakan yang dibutuhkan saja.
Video-enabled collaboration applications
Mengaplikasikan video conference ketika rapat bersama investor atau pemangku kepentingan lain akan menghemat waktumu, apalagi jika kalian berada di kota atau zona waktu berbeda. Atau kamu bisa menggunakan conference call apabila tak membutuhkan tatap muka. Namun intinya mengandalkan teknologi akan membuat hidup lebih mudah dan usaha terkontrol baik.
Social media marketing tools
Penggunaan sosial media pada era digital sudah masuk dalam setiap strategi usaha pada umumnya. Fungsinya selain untuk mendapat perhatian konsumen, servis pada jaringan sosial memudahkan pemilik memonitor isu, sentimen sampai perilaku target marketnya. Dari sosial media kamu jadi tahu bagaimana performa produk di kalangan konsumen lewat opini yang mereka katakan. Data itulah yang akan menentukan bagaimana strategi penjualan berikutnya.
Selain teknologi, jumlah investasi juga mempengaruhi perkembangan usahamu. Oleh karena itu tetap konsisten menyisihkan uang khusus Reksa Dana saham ya agar kehidupan keuanganmu tetap terjamin baik kondisi normal maupun darurat.
Berawal dari Mencoba, Kini Malah Banyak Laba

Tidak seterusnya keisengan hanya membuang waktu. Dua anak muda yang akan kita bahas mampu menghasilkan pundi-pundi materi lewat kejelian dalam melihat peluang usaha dari hobi dan keadaan hidup. Siapa saja mereka? Yuk kita kenalan!
Oky Wardhana
Bagi kalangan komunitas sepeda motor, helm kustom mampu melengkapi gaya para pengendaranya. Oky yang menyukai hobi motor klasik awalnya iseng membuat helm sendiri karena minimnya helm keluaran pabrik yang cocok ia kenakan. Dari situlah di tahun 2015, Oky terinspirasi menciptakan helm berkonsep retro bernama “Trooper”.
Meski tak berlatar belakang sebagai pengusaha, Oky menerapkan ilmu desain grafis semasa berkuliah untuk berbisnis merancang beberapa helm yang kemudian dijual ke media sosial serta target konsumen utamanya yaitu pecinta motor klasik. Ketekunannya memperoleh sambutan positif pasar sehingga ia mampu memproduksi 50 sampai 70 helm dengan berbagai model mulai dari half face , full face hingga shorty helmet.
Usaha kreatifnya pun mulai berkembang sejak ikut serta di ajang Indonesian Kustom Kulture Festival atau Kustomfest dan lalu mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Pasar “Trooper” telah menembus Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Malaysia. Harga produk yang dijual bervariasi mulai dari Rp. 600 ribu sampai Rp. 2 juta. Tertarik?
Hamzah Naufal
Kreativitas biasanya timbul saat kita berada dalam keadaan terdesak. Ketika Hamzah tak memiliki pekerjaan, ia mengikuti sebuah pelatihan sepatu yang memancingnya mempunyai bisnis sendiri bermodal Rp. 1,5 juta untuk membuat sepatu vintage “Brygan Shoes”. Hamzah berkiblat pada model sepatu Inggris dan Italia yang dikenal amat detail menggunakan dua jenis bahan yaitu kulit sapi asli dan semi kulit asli berkualitas baik.
Meski lokal, pemuda ini menjunjung tinggi profesionalitas kerja dengan sangat memperhatikan prosesnya mulai dari pengemasan sol, cutting hingga jahitan. Wah kalau kulit berarti mahal dong? Harga penawarannya cuma berkisar dari Rp 200 ribu – Rp. 500 ribu saja lho. Bisa lebih murah sebab produksi sepatu dilakukan di pabrik sendiri dan bukan memakai mesin, alias handmade.
Selain itu, Hamzah tidak mengambil margin keuntungan yang besar. Pertimbangannya ialah supaya orang lebih mengenal merknya, memiliki loyalitas terhadap produk bahkan meningkatkan jumlah pembeli baru. Strategi bisnis ini terbilang sukses. Tiap bulan angka produksi menembus sekitar 1.200 pasang sepatu yang dijual online, offline dan di beragam acara. Hamzah tidak hanya mampu bersaing secara lokal, tapi juga telah menembus pasar Inggris, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lewat merek ‘Junkardcompany’ yang berharga Rp. 2 jutaan.
Belajar dari Hamzah dan Oky, selalu ada cara agar kita memiliki kehidupan yang lebih baik, salah satunya ialah menginvestasikan waktu dan tenaga guna menggali potensi serta berani mengambil resiko. Kamu sendiri gimana? Apakah kamu punya nyali menembus batas diri seperti mereka?
Kebangkitan Gig Economy

Beberapa puluh tahun yang lalu, freelancer dipersepsikan kurang baik sebab dianggap tidak memiliki kejelasan dalam berkarir. Sekarang pun masih ada pihak yang memperdebatkan fenomena peningkatkan pekerja lepas sebagai kegagalan pemerintah yang tak mampu menciptakan lapangan kerja. Namun Piter Abdullah, Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) menilai bahwa pekerja lepas memberi dampak positif bagi perekonomian secara makro karena mampu menjadi solusi keterbatasan lapangan kerja. Disinilah kita bisa melihat bahwa ekonomi pertunjukkan atau ekonomi gig bangkit sehingga memberi dampak keuangan lebih baik bagi masyarakat.
Ekonomi gig secara definisi ialah pekerjaan paruh waktu. Istilah tersebut diciptakan saat puncak krisis keuangan di awal tahun 2009 di beberapa negara. Namun geliat ekonomi ini kembali diperbincangkan mengingat generasi millennial lebih memilih jenis pekerjaan lepas dibanding kantoran akibat sejumlah faktor, salah satunya adalah fleksibilitas waktu dan tempat. Peningkatan teknologi sebagai konektor bisnis juga mendorong lajunya pergerakan ekonomi gig. Mulai tertarik jadi freelance juga? Ini tipsnya:
Cari komunitas atau platform freelance yang menawarkan pekerjaan sesuai bidang. Tekuni dan berikan hasil terbaik agar karyamu memiliki daya jual ke depannya.
Manfaatkan kesempatan belajar dan mencoba hal yang baru. Nikmati seni profesionalitas berkomunikasi dengan tipe orang berbeda. Barangkali kamu akan menemukan bakat lain di sela-sela proses bekerja.
Pintarlah mempergunakan waktu sebab ia yang menentukan seberapa banyak pekerjaan yang dapat kamu ambil. Manajemen waktu yang efisien akan menaikkan produktivitas serta pendapatan.
Jika masih belum percaya diri menjadi pekerja lepas, pertahankan pekerjaan sekarang. Investasikan waktu pada koneksi dan portofolio secara perlahan sebelum benar-benar mandiri dalam bekerja.
Berbeda seperti karyawan perusahaan yang sudah bergaji tetap, diluar kenikmatan fleksibilitas yang didapatkan, pekerja lepas juga mempunyai tantangan keuangan. Mereka harus mampu merencanakan anggaran secara disiplin dengan menyesuaikan penghasilan yang diterima di setiap proyek. Misalnya mengambil garis tengah gaji per bulan kemudian menyisihkan sisanya untuk simpanan investasi. Siap mencoba jadi pekerja lepaskah kamu?