Mandiri Investasi Market Outlook 2019 : Sunshine After The Rain

Hingga akhir tahun 2018, PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) berhasil mencapai Asset Under Management (AUM) Reksa Dana sebesar Rp 48,2 Triliun. Sementara untuk total dana kelolaan, termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan Pengelolaan Dana Nasabah Individu di akhir tahun 2018 Mandiri Investasi mencatatkan total dana kelolaan sebesar Rp 53,4 Triliun.

Dengan pencapaian AUM Reksa Dana sebesar Rp 48,2 Triliun tersebut (termasuk KIK EBA dan RDPT), market share Mandiri Investasi di Industri Reksa Dana mencapai 9,1% dan berhasil menjaga posisi no. 1 di peringkat AUM Industri Reksa Dana nasional (sumber: Infovesta).

Dari sisi komposisi AUM Reksa Dana per asset class, komposisi AUM Reksa Dana Mandiri Investasi per Desember 2018 masih di dominasi oleh Reksa Dana Terproteksi dengan kontribusi AUM mencapai 34%. Diikuti oleh Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap yang masing-masing berkontribusi sebesar 18% dan 14%.

Di tahun 2018 Mandiri Investasi juga telah meluncurkan beragam Investasi Alternatif yaitu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri GIAA01 dengan nilai total Rp 2 Triliun, yang merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat dengan rute Jeddah dan Madinah sebagai underlying. Selain itu, Mandiri Investasi juga menerbitkan Reksa Dana Pendapatan Tetap Mandiri Infrastruktur Ekuitas (RDPT MIET) dengan nilai total Rp 1,97 Triliun untuk pembiayaan infrastruktur jalan tol Trans Jawa.

Tidak hanya hal diatas, Mandiri Investasi juga melakukan terobosan dengan menyediakan akses investasi ke offshore market yang dilakukan melalui kerjasama dengan Aset Manajemen dan Private Bank Global yaitu Lombard Odier.

Rencana Tahun 2019

Di tahun 2019, Mandiri Investasi melihat bahwa tahun ini merupakan tahun yang penuh optimisme. Rilisnya data pertumbuhan PDB Indonesia menunjukkan bahwa perekonomian domestik mengalami akselerasi dari tingkat 5.07% yoy pada tahun 2017 menjadi 5.17% yoy pada tahun 2018. Terjaganya daya beli konsumen di tengah meredanya tekanan eksternal akan menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada kuartal pertama tahun ini. Di sisi lain, stabilnya perekonomian negara berkembang dan kebijakan Bank Sentral AS yang diharapkan lebih akomodatif di tahun ini akan memberikan sentimen positif bagi kelas aset negara berkembang.

Hal ini merupakan momentum bagi Mandiri Investasi untuk terus meningkatkan kinerja produk-produk Reksa Dana. Dengan kondisi pasar modal yang diharapkan lebih bergairah di tahun ini, asset class yang dapat menjadi pilihan investor untuk berinvestasi antara lain adalah Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap. Adapun produk Mandiri Investasi yang menjadi unggulan di Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana Mandiri Investa Equity ASEAN5 Plus (ASEAN5+) dan Reksa Dana Mandiri Investa Equity Dynamo Factor (DYNAMO). Sedangkan untuk Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana Mandiri Investa Dana Utama (MIDU). Sebagai jawaban kami kepada minat investor terhadap produk investasi alternatif, Perseroan berencana akan menerbitkan beberapa produk alternatif lainnya di tahun 2019 seperti KIK-DINFRA dan KIK-EBA lainnya.

Mandiri Investasi berkomitmen untuk tumbuh lebih baik dan terus mengembangkan kapabilitas, sesuai visi Mandiri Investasi untuk menjadi “The Most Innovative and Leading Asset Management Company in Indonesia”. Mandiri Investasi senantiasa memberikan solusi investasi dengan produk yang inovatif disertai hasil yang optimal untuk memenuhi kebutuhan para Investor.

Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah Bekas

Punya budget minimalis bukan berarti nggak bisa beli rumah, tapi kamu bisa coba untuk mencari alternatif rumah bekas yang harganya jauh lebih terjangkau. Hanya saja, ketika bernegosiasi kamu mungkin perlu memperhatikan hal-hal berikut karena biasanya agar rumah cepat laku, mereka menutupi kenyataan yang membuatmu bisa rugi, seperti: 

Air
Ajaklah orang yang paham dengan detail rumah seperti bangunan hingga saluran air. Penting lho sebab bila hunian tersebut punya kebocoran dan saluran mampet, tentu kamu yang pusing. Pemilik rumah pun biasanya juga bisa mengatakan bahwa kawasannya bebas banjir. Nah itu kamu perlu cek ulang supaya lebih aman saat menjalani hidup di sana.

Lingkungan
Berada dalam lingkungan rumah yang sehat akan membuatmu tumbuh menjadi pribadi positif, kalau kanan kirimu lebih banyak bergunjing maka tentu akan mempengaruhi kualitas hidupmu. Maka dari itu sebelum memutuskan membeli rumah, amati kebiasaan sekitar hingga keamanannya. Pemilik rumah tentu saja akan berkata segala sesuatunya baik padahal bisa jadi faktanya berbeda.

Rekam Jejak Pemilik
Cari tahu secara lengkap profil pemilik rumah atau sejarah dari rumah tersebut. Bandingkan pula dari sisi harga, bangunan, lama berdiri dan lain-lainnya. Ini guna berjaga-jaga agar kamu tak bermasalah ketika sudah berdiam diri di situ. Misalnya ternyata rumah tersebut adalah bekas seorang koruptor atau kriminal lainnya atau ternyata tanah tempat rumah berdiri ialah tanah sengketa. Alih-alih ingin bahagia, hidupmu malah runyam.  

Hama
Teliti sudut rumah dan pekarangan demi memastikan bahwa rumah tersebut bebas atau minim hama seperti rayap, tikus, nyamuk dan kecoa. Wajar jika pemilik rumah berpotensi bohong sebab hama seperti ini agak sulit diusir atau butuh usaha yang lebih keras dalam pembersihannya. Tapi kamu juga bisa memikirkan solusi bersama apabila sudah cocok dan ingin tinggal disitu.

Bagi kamu yang tetap ingin punya rumah baru, coba tingkatkan investasi Reksa Dana Saham kamu sehingga kamu punya simpanan cukup sebelum mengajukan Mandiri KPR Millenial tahun depan.

Hidup Teratur dengan Membuat Bullet Journal

Kalau kamu tipe orang yang sudah hampir menyerah soal membuat perencanaan hidup atau keuangan, mungkin kamu belum pernah mencoba Bullet Journal yang menjadikan daftar rencanamu lebih menyenangkan. Kamu hanya tinggal menyiapkan notebook polos tanpa garis dan alat tulis. Tuliskan apa saja yang akan kamu anggarkan seminggu atau sebulan ke depan, tuangkan kreatifitasmu melalui penggunaan warna pada tulisan, foto maupun stiker yang dapat mendukung tampilan jurnalmu. Seefektif apa sih Bullet Journal ini?

Lebih teratur
Jurnal ini membantu mencatat perjalanan aktivitas yang  dilakukan. Kamu bisa melihat apa saja yang sudah dan belum dikerjakan sehingga tidak ada hal terlewat. Kamu juga jadi mengetahui kesesuaian pos pembelanjaanmu dengan pemasukan. Bila pengeluaran hampir melebihi batas, kamu pun tidak terlambat bersikap. Kalau perlu tempelkan pula struk belanja agar lebih mudah melakukan pengecekan.

Mengasah kreatifitas
Kehidupan dewasa biasanya mulai kehilangan sisi kreatif karena ditelan oleh rutinitas. Nah jadikan Bullet Journal sebagai kegiatan menyenangkan guna mengasah otak kirimu. Ini juga membantumu memicu kemunculan ide segar yang barangkali bisa dipakai untuk inovasi perusahaan. Performa bagus bakal nambah bonus dong?

Memantau tujuan hidup
Terlalu banyak keinginan akan mengakibatkanmu kurang fokus terhadap apa yang dikejar. Bullet Journal menjaga supaya kamu tetap terarah dalam menggapai impian yang telah dituliskan baik dari sisi perencanaan, pemasukan hingga pengeluaran. Jika perlu tulis hasil investasi yang kamu dapat per bulan kemudian dicocokkan,sudahkah mampu memenuhi targetmu?

Terakhir adalah mengurangi kecemasan. Kebanyakan mikir terkadang malah menimbulkan berbagai kecemasan nggak penting yang mengganggu produktivitas. Tulis segala kepanikanmu ke Bullet Journal, kemudian tarik napas dan lihat kembali apakah beberapa hal tersebut benar-benar perlu dipikirkan. Yuk kembali bersyukur dan memotivasi dirimu bahwa selama ini kamu telah melakukan sesuatu yang baik. Tinggal konsisten diteruskan agar hasilnya optimal.

Penyesalan Pengelolaan Dana Pensiun

Takut akan kelangsungan masa tua barangkali menghinggapi kepala kita. Terjaminnya hidup, pemasukan berkurang, tubuh mulai letih dan semacamnya. Biasanya masa bekerja kita terbatas hingga 30 tahun atau jika kamu mulai bekerja di usia 24 tahun maka pensiunmu ialah 54 tahun atau ada juga yang hingga 60 tahun. Sebelum memasuki usia tak produktif, pengelolaan dana pensiun sangatlah penting. Tapi perhatikan kesalahan berikut sebelum kamu menyesal nantinya:

Minim alokasi dana pensiun
Pengelolaan keuangan yang kurang disiplin di masa muda berpotensi membuat masa tuamu tidak aman. Berapapun pendapatanmu, setidaknya alokasinya sekitar 10% per bulan untuk dijadikan investasi sehingga nanti bisa mewujudkan apapun yang ingin dilakukan di usia senja.

Tidak berinvestasi
Seimbangkan gaya hidupmu dengan berinvestasi Reksa Dana Saham di usia produktif. Tujuannya ialah supaya kamu dapat menciptakan rencana jangka panjang, misalnya menikah atau memiliki rumah. Bagaimana jika hanya menabung? Bisa saja, tapi keuntungan yang didapatkan mungkin tidak sebesar Reksa Dana. Nanti bila hampir menuju pensiun, kamu dapat mengganti investasi menjadi Reksa Dana Pasar Uang yang lebih fleksibel dalam pencairannya.

Mengandalkan satu sumber pendapatan
Perkaya kemampuanmu agar dapat menghasilkan lebih banyak pemasukan yang dapat menambah investasimu. Misalkan dengan menjadi pekerja lepas menulis, blogger, foto atau apapun yang kamu suka. Terkadang kita juga tidak tahu bagaimana masa depan perusahaan khususnya swasta. Oleh karena itu selamatkan dirimu melalui rencana cadangan yang membantu hidupmu kelak.

Asuransi Kesehatan
Merasa kuat dan selalu sehat tak bisa kamu temukan saat tua. Oleh karena itu milikilah asuransi kesehatan sedari sekarang agar tubuhmu terjaga bila ada kejadian darurat kapanpun. Tapi pastikan kamu memilih asuransi yang terpercaya dan tidak rumit untuk pemakaian dananya ya.

Kalian yang belum memiliki rencana pensiun, yuk coba cari tahu mulai sekarang dimulai dari investasi saja dulu. Kalau nggak sekarang, mau kapan?

Cocok Nggak Tren Pernikahan 2019 Ini Denganmu?

Tren baru merangkul segala jenis industri termasuk pernikahan. Tahun 2018, Royal Wedding Prince Harry dan Meghan Markle sungguh menyita perhatian publik mulai dari riasan, gaun hingga konsep pernikahan yang sederhana. Di tahun 2019 beberapa pakar pernikahan mengemukakan pendapat mengenai prediksi yang akan menghiasi tahun ini. Nah cocok nggak tren di bawah ini dengan pernikahan impianmu?

Warna terang
Jika nanti kamu melihat konsep warna pakaian terang dalam pesta pernikahan, berarti Living Coral menjadi warna utama di tahun 2019. Selain itu dekorasinya pun lebih terang dan kalem, bukan bold. Namun jika kamu pecinta warna elegan, hitam emas atau merah mungkin lebih cocok untuk konsep pernikahanmu nanti.

Nuansa alam
Desain kekinian lainnya yang digemari ialah menikah diantara pepohonan­­ atau nuansa alam. Konsep yang dikenal dengan sebutan rustic ini dapat diterapkan di dalam ruangan. Alternatif lainnya kamu dapat memakai  ide eco-friendly wedding yaitu menggunakan barang daur ulang sebagai bagian dari hiasan.

Pesta sederhana
Resepsi tak lagi merupakan prioritas bagi generasi saat ini. Mereka lebih menyukai wedding lunch atau wedding dinner yang minimalis dan intim. Biasanya, tamu yang diundang pun hanya keluarga dan rekan terdekat. Cara ini memang kian menghemat dana daripada harus membuat pesta besar. Tapi bila kamu tertarik membuat acara semarak, bisa juga kok.Menikah kan sekali seumur hidup, jadi buatlah yang tak terlupakan.

Natural make up
Sepertinya tren natural masih kegemaran para perempuan. Shade warna seperti orange, pink muda, merah jingga dan semacamnya cenderung dipilih dibanding warna gelap. Tapi perihal lipstik, merah tetap nggak ada tandingannya. Kalau kamu suka dengan Warna bold seperti merah darah, bisa jadi warna itu akan menjadi warna favorit di tahun 2019. Gaya ini cocok buatmu yang tak suka keribetan dan ingin menonjolkan kecantikan alamimu.

Apapun rencana pernikahan impianmu nanti, pastikan dananya sudah tersedia yah. Supaya semakin dekat ke tujuan, cerdaslah mengalokasikan anggaran harian kemudian tambahkan nilai investasi Reksa Danamu secara konsisten.