Cocok Nggak Tren Pernikahan 2019 Ini Denganmu?

Tren baru merangkul segala jenis industri termasuk pernikahan. Tahun 2018, Royal Wedding Prince Harry dan Meghan Markle sungguh menyita perhatian publik mulai dari riasan, gaun hingga konsep pernikahan yang sederhana. Di tahun 2019 beberapa pakar pernikahan mengemukakan pendapat mengenai prediksi yang akan menghiasi tahun ini. Nah cocok nggak tren di bawah ini dengan pernikahan impianmu?

Warna terang
Jika nanti kamu melihat konsep warna pakaian terang dalam pesta pernikahan, berarti Living Coral menjadi warna utama di tahun 2019. Selain itu dekorasinya pun lebih terang dan kalem, bukan bold. Namun jika kamu pecinta warna elegan, hitam emas atau merah mungkin lebih cocok untuk konsep pernikahanmu nanti.

Nuansa alam
Desain kekinian lainnya yang digemari ialah menikah diantara pepohonan­­ atau nuansa alam. Konsep yang dikenal dengan sebutan rustic ini dapat diterapkan di dalam ruangan. Alternatif lainnya kamu dapat memakai  ide eco-friendly wedding yaitu menggunakan barang daur ulang sebagai bagian dari hiasan.

Pesta sederhana
Resepsi tak lagi merupakan prioritas bagi generasi saat ini. Mereka lebih menyukai wedding lunch atau wedding dinner yang minimalis dan intim. Biasanya, tamu yang diundang pun hanya keluarga dan rekan terdekat. Cara ini memang kian menghemat dana daripada harus membuat pesta besar. Tapi bila kamu tertarik membuat acara semarak, bisa juga kok.Menikah kan sekali seumur hidup, jadi buatlah yang tak terlupakan.

Natural make up
Sepertinya tren natural masih kegemaran para perempuan. Shade warna seperti orange, pink muda, merah jingga dan semacamnya cenderung dipilih dibanding warna gelap. Tapi perihal lipstik, merah tetap nggak ada tandingannya. Kalau kamu suka dengan Warna bold seperti merah darah, bisa jadi warna itu akan menjadi warna favorit di tahun 2019. Gaya ini cocok buatmu yang tak suka keribetan dan ingin menonjolkan kecantikan alamimu.

Apapun rencana pernikahan impianmu nanti, pastikan dananya sudah tersedia yah. Supaya semakin dekat ke tujuan, cerdaslah mengalokasikan anggaran harian kemudian tambahkan nilai investasi Reksa Danamu secara konsisten.

Travelling Berkualitas atau Seadanya?

Jalan-jalan adalah kebutuhan, baik penyegaran mental atau konten instagram. Tapi jika ditanya soal tabungan, mereka lebih memilih diam. Bukan karena nggak mau pamer cuma memang mereka tak punya. Kok bisa? Biasanya habis gajian, langsung pesen tiket kereta atau pesawat menuju destinasi berikutnya. Dibalik keseruan seringnya berpergian, sesungguhnya ada penghematan dana. Memang intensitas liburannya sering, namun jauh dari kualitas, misalnya hanya datang ke hotel, istirahat, pergi makan, ke 1 tempat wisata foto-foto, pulang ke hotel lalu tidur. Besoknya bangun, ke 2-3 tempat wisata, keluar hotel lalu pulang. Pernah nggak kalian seperti ini?

Coba deh kalian itung, tiap kali pergi sebulan sekali biayanya 1 juta atau 1,5 juta maksimal lalu di kali 12 bulan. Totalnya bahkan kalau kalian mau bersabar sebenarnya tuh bisa backpacking ke negara terdekat. Belum lagi misalnya ternyata gaji pas-pasan harus bayar tagihan tapi tetap pergi demi pengakuan publik. Meski menyenangkan dan terkesan hemat liburan seadanya sebenarnya membuatmu lebih boros. Maka dari itu, tahanlah dirimu dengan mengalihkan ke kegiatan lain misalnya pekerjaan sampingan yang dapat membantumu mendapatkan tambahan. Lumayan banget kan buat liburan selanjutnya?

Sementara itu, liburan berkualitas kadang terkesan lebih mahal padahal merencanakan liburan sejak jauh hari itu bisa mendisiplinkan anggaran. Selain itu, kamu dapat mencari tiket transportasi promo hingga penginapan terjangkau. Bandingkan bila semua serba mendadak, otomatis harga akan naik.  Libur terencana akan membawa manfaat yang baik bagi tubuh sebab segalanya tersusun rapi baik dari wisata hingga keuangan. Pos investasi pun juga tak akan terganggu dan kamu tetap memiliki dana simpanan segala kondisi baik yang darurat atau untuk masa mendatang.

Makanya, mendingan punya jadwal liburan berkualitas dibanding mengejar kuantitas yang bikin tabungan tak bersisa. Kalau nggak punya tabungan, siapa yang menolongmu dalam waktu terdesak?