Waktu yang Tepat Membeli Rumah

Mendengar kata “beli rumah” rasa-rasanya sudah membuatmu pusing duluan nggak sih? Memang harga rumah yang terkadang nggak masuk akal menjadi bahan pertimbangan. Besarnya cicilan, belum lagi pemeliharaannya beserta dokumen administrasinya menjadikan rumah sebuah beban pikiran utamanya bagi kaum millenial. Tapi mau tidak mau harus dipikirkan demi masa depan apalagi bila sudah ada keinginan menikah. Sebenarnya, kapan sih enaknya beli rumah itu?
Karyawan tetap
Status pekerjaan akan dilihat ketika kamu memutuskan membeli rumah apalagi jika ingin mengajukan cicilan. Penyebabnya, disitu akan tergambar jelas penghasilan per bulanmu sehingga lebih mudah menganggarkan cicilan bulanannya. Sedangkan kamu yang berstatus kontrak, biasanya bank belum bisa memprioritaskanmu karena dianggap belum berkapasitas dalam kondisi keuangan. Baiknya tunda dulu sampai kamu mendapatkan peluang kerja lain agar hidupmu lebih aman.
Investasi
Kecuali kamu punya dana tunai hasil investasi, KPR sudah pasti menjadi cara utama agar rumah impian terbeli. Syaratnya adalah kamu harus menyiapkan uang muka sekitar 10% dari harga rumah dan lebih baik kamu tidak punya cicilan lain supaya permohonanmu dikabulkan. Cicilan KPR pun juga tidak boleh melebihi 1/3 bulananmu. Maka dari itu, tumbuhkanlah Reksa Dana Sahammu dari sekarang untuk persiapan masa depan.
Suku bunga turun
Ini sering tidak dapat diprediksi karena menyesuaikan kondisi ekonomi negara. Untuk mengetahui kenaikan dan penurunannya, kamu harus menyimak jejak di tahun sebelumnya. Selain suku bunga, perhatikanlah kawasan yang kamu pilih sebab akan mempengaruhi besarnya bunga cicilan. Oleh karena itu pertimbangkan dana serta akses keluar masuk jalur tempat tinggalmu. Jangan sampai sudah membeli rumah tapi malah melelahkan secara keuangan di jalan.
Kesiapan mental
Persoalan rumah tak cuma terhenti pada cicilan KPR saja, namun perlu dipikirkan mengenai pemeliharaannya;listrik, air, perabotan, kebersihan dan lainnya. Nah apakah kamu sudah siap dengan keribetan tersebut atau membeli rumah hanya demi gengsi semata? Jika belum siap benar, sebaiknya tinggallah di tempat yang memberimu nyaman dari sisi bulanan dan pikiran dulu. Barulah saat mentalmu siap, cicilan rumah bisa dipersiapkan.
Jadi kapan nih menurutmu siap punya rumah? Investasi di Reksa Dana Saham aja dulu, nanti kalau dananya sudah terkumpul bisa saja tuh tinggal tunjuk rumah.
Persiapan Kerja Sebelum Libur Panjang

Desember seperti ini, tubuh di kantor tapi pikiran sudah melayang ke destinasi liburan. Jangan senang di awal dulu, karena ingat hukum alam mengkondisikan bahwa semakin mendekati masa cuti, pekerjaan pun tiba-tiba terasa seperti numpuk atau memang benar-benar bertambah. Ingin liburanmu berkualitas tanpa membuka laptop kan? Dibawah ini adalah hal-hal yang harus kamu lakukan sebelum benar-benar menghilang dari kantor:
Lembur
Pemandangan yang biasa saat beberapa rekanmu atau bahkan kamu sendiri bekerja hingga larut demi mempercepat pekerjaan. Sebab sebenarnya ini dapat meminimalisir risiko pekerjaan menumpuk setelah libur. Selesaikan tanggung jawabmu agar liburan menyenangkan dan tak ada kewajiban mengangkat telepon atasan.
Beri pemberitahuan
Ini yang tak boleh dilupakan yaitu memberi pemberitahuan paling tidak sebulan sebelum libur kepada klien atau kolega kantor supaya pekerjaanmu dapat diantisipasi saat kamu sedang cuti. Tugasmu ialah mendelegasikan kepada pengganti sejelas mungkin agar tidak ada kesalahpahaman ketika kamu tinggal.
Beri nomor kontak penting
Jangan lupa beri nomor-nomor penting kepada kolega dan atasan yang berkepentingan dengan kamu. Hal ini berguna untuk jaga-jaga jika ada suatu kejadian yang memerlukan informasi darimu. Selain itu, sebaiknya tetap nyalakan seluruh perangkat komunikasi sehingga kolega dan atasan kamu masih dapat menghubungimu saat mengalami keadaan genting.
Kurangi nongkrong
Demi menghemat uang sakumu, hindari dulu nongkrong yang tak berfaedah. Alihkan kegiatanmu seperti menyelesaikan tugas-tugas kantor atau pekerjaan sampingan jika ada. Sesekali menggunakan investasi untuk liburan itu diperbolehkan, hanya saja tetap harus secara bijak dan sesuai perencanaan keuangan yang dibuat.
Rapikan meja
Bersihkan dan rapikan mejamu agar ketika kamu sedang berada di luar kota, kolega atau atasan kamu dapat mencari file-file atau barang yang dibutuhkan dengan mudah. Tempelkan catatan-catatan andai diperlukan serta bawa barang pribadimu pulang supaya lebih aman. Meja yang bersih akan memberimu semangat positif untuk bekerja kembali.
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Yuk kerja dulu, baru mikir liburan!
Membalas Jasa Ibu

Kasih sayang seorang Ibu tidak ada ujungnya sekalipun kita sudah bertumbuh dewasa. Sebagai anak yang telah memiliki penghasilan sendiri, sesekali rasanya ingin membahagiakan beliau seperti yang pernah dilakukannya ketika kita masih kanak-kanak. Nggak harus selalu materi kok, ada beberapa cara sederhana yang mampu membahagiakan hati Ibu:
Menghargai pendapat
Keluhan setiap anak terhadap Ibu biasanya seperti betapa cerewetnya mereka di banyak persoalan. Meski menyebalkan, tapi bersabar demi mendengarkan pendapat itu sangat mengapresiasi mereka. Perselisihan memang tak dapat dihindari, tapi sampaikan pikiranmu secara sopan agar tak menyinggung mereka. Cara berkomunikasi yang tepat akan membuka kata sepakat.
Peka
Kehebatan seorang anak terhadap situasi pekerjaan terkadang susah diaplikasikan di rumah. Belajarlah untuk peduli terhadap kepentingan rumah maupun orang tua misalnya dengan menanyakan kebutuhan atau hal yang bisa kamu bantu di dalam rumah. Perhatianmu inilah yang membuat mereka otomatis tersenyum. Mudah, tapi ternyata repot dilakukan.
Jujur
Semakin dewasa, kita akan lebih berhati nurani dengan menghargai sebuah kejujuran. Percayalah bahwa sebaik-baiknya kita menutupi permasalahan dari seorang Ibu nantinya akan terungkap juga. Maka dari itu berkatalah jujur ketimbang menyakiti perasaan Ibu. Nggak tega kan jika melihat mereka menangis sedih?
Menghibur
Luangkan waktu bersama Ibu ketika libur kerja, setidaknya setengah hari apabila di malam harinya kamu memiliki acara. Memasak bersama, makan siang atau jalan-jalan sore cukup ke tempat favoritnya. Berceritalah hal menyenangkan, tanyakan hari-harinya seminggu ke depan serta keinginannya. Biarkan ia bercerita, karena biasanya semakin tua, seorang Ibu hanya ingin didengarkan.
Dan yang terakhir, ucapkan terima kasih atas bantuan atau apapun yang Ibu lakukan untuk kita. Meski simple, tapi perkataan ini dapat menunjukkan kasih sayang tulus serta betapa bersyukurnya kita memiliki Ibu dalam hidupmu. Selamat hari Ibu para Ibu hebat. Terima kasih untuk kasih yang lapang dan Cinta tiada batas.