Hasilkan Uang 1,5 Milyar Seperti Pemenang Asian Games 2018

Berlalunya keseruan Asian Games 2018 menyisakan perasaan mengharukan terlebih bagi masyarakat dan atlet. Atmosfer kebanggaan terhadap Indonesia terlihat dari persembahan sejumlah medali yang dihasilkan anak bangsa. Ini pun diapresiasi sebesar-besarnya oleh pemerintah dengan menyediakan bonus yang lumayan banget. Seperti yang kamu tahu, ada hadiah Rp. 1,5 Milyar buat peraih medali emas serta fasilitas rumah dan tunjangan karir Pegawai Negeri Sipil bagi masing-masing pemenang.

Bikin iri ya? Jangan maksa jika kamu memang nggak ada bakat jadi atlet. Ada cara lain supaya kamu tetap bisa memiliki uang Rp. 1,5 Milyar bahkan dalam beberapa tahun ke depan.

Perbesar alokasi investasi
Bila selama ini kamu hanya mengambil 5-10% dari pendapatan untuk ditabung, coba naikan hingga 50%. Kamu masih bisa makan, memenuhi kebutuhan sehari-hari namun hanya perlu mengurangi hidup konsumtif. Seandainya kamu sudah berpasangan dan punya 2 penghasilan, cobalah hidup menggunakan 1 pemasukan saja, sementara 100% sisanya diinvestasikan. Kemudian, lihat kemajuannya di bulan-bulan berikutnya.

Uangkan hobimu
Ketimbang cuma untuk lucu-lucuan aja, lebih baik hobimu dijadikan uang. Semisal sukanya masak, coba deh bikin tester makanan lalu ajak temanmu mencobanya. Ketika kamu mendapat respon positif, bisa tuh bikin catering kecil-kecilan dulu sambil cek target pasarmu. Atau kalian yang suka nulis dan foto, tawarkan jasamu buat mengisi konten di sosial media atau website. Percayalah tambahannya tuh lumayan banget.

Investasi Reksadana Saham
Masukkan pendapatan yang sudah kamu sisihkan itu ke Reksa Dana Saham dimana fungsinya memang sebagai investasi jangka panjang. Makin besar yang kamu tanam, potensi keuntungannya pun makin besar. Cocok untuk kalian yang sudah menjalankan rencana hidup sehingga kegunaan investasinya pun jelas, membeli rumah misalnya. Anggaplah setiap bulan kamu setor Rp. 1 juta, dalam 10-15 tahun kemungkinan cicilan rumahmu sudah selesai agar bisa fokus ke hal lainnya.

Dengan menerapkan ketiga strategi di atas, kamu punya kesempatan yang sama atau bahkan bisa dapetin lebih dari Rp. 1,5 Milyar. Kuncinya tentu saja di investasi karena nggak bakal cukup kalo hanya mengandalkan gaji.

Nggak lolos PNS, Yuk Buat Sendiri Dana Pensiunmu

Makin nambah umur, otomatis kekuatan fisik dan pikiran akan berkurang. Produktivitas kita sebagai karyawan akan menurun pada usia tertentu, di titik itu juga pun kita harus siap pensiun untuk diganti oleh anak-anak yang lebih muda. Bicara tentang ini, sudah menjadi rahasia umum jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pekerjaan favorit sejuta umat salah satunya karena adanya jaminan pensiun.

Dengan kuota penerimaan PNS yang cuma sedikit banget ditambah persaingan yang gila-gilaan, lebih baik kalian bekerja sesuai potensi yang dimiliki kemudian merencanakan dana pensiun sendiri. Ada 3 program yang bisa kalian ikuti, yaitu:

BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK)
Semua perusahaan wajib banget memberikan Jaminan Hari Tua (JHT) lewat BPJS-TK sesuai undang-undang berlaku. Besarannya mencapai 5,7% dari gajimu dengan komposisi 3,7% dibayarkan perusahaan sementara 2%nya dibayar oleh karyawan. Dana ini bisa diambil saat usiamu mencapai 55 tahun atau meninggal atau cacat permanen, mengalami PHK, pergi keluar negeri serta bila kamu menjadi PNS/ anggota TNI/Polri.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Selain BPJS, mungkin juga ada perusahaan yang mendaftarkan karyawannya ke DPLK. Iurannya mengambil berdasarkan potongan gaji tiap bulan berdasarkan presentase tertentu kemudian dibayarkan sebagai dana pensiun. Nantinya kamu sebagai karyawan bisa memilih mau dibayarkan sekaligus atau bertahap. Misalnya nanti kamu pindah ke tempat lain, uangmu bisa diambil atau dipindah ke DPLK lainnya.

Reksa Dana Saham
Buat dana pensiunmu berkembang dengan meletakkan pada instrument Reksa Dana Saham untuk investasi jangka panjang. Potong gajimu tiap bulan misalnya minimal Rp. 500.000 khusus dana pensiun. Enaknya Reksa Dana, kamu nggak perlu nunggu hingga usia tertentu untuk mengambilnya sebab pencairannya bisa kapan saja. Nah tapi, bgitu udah mencapai umur sekitar 45 tahunan kamu mungkin bisa alihkan ke Reksa Dana Pasar Uang yang lebih rendah resikonya.

Yuk persiapkan mulai sekarang, jangan sampai menjadi bagian dari 5,06% pekerja yang menurut data OJK tahun 2011 berada dalam ketidakpastian karena belum memiliki dana pensiun. Tidak menjadi abdi negara, bukan berarti punya kehidupan yang tak terarah kan?