Trik Belanja Bebas Bea Cukai

Jalan-jalan ke luar negeri udah pasti seru. Kamu punya pengalaman baru dan bisa membuat pikiranmu lebih terbuka dengan melihat lingkungan yang berbeda di masing-masing negara. Nggak cuma itu, kamu pun juga bisa dapetin barang-barang yang nggak dijual di Indonesia. Nah ini bagus buat dijadiin lahan bisnis misalnya buka jasa titip (jastip) beli barang yang sekarang sedang marak dilakukan kaum milenial. Biasanya pelaku jasa titip mengambil untung sekitar 25-30% dari harga beli barang. Lumayan banget kan?!

Apa sih yang mesti kamu tahu sebelum buka jastip? Selain memilih barang-barang menarik untuk ditawarkan, kamu harus paham aturan khusus yang memberi batasan maksimal supaya bawaanmu bebas dari bea cukai. Ini tipsnya:

Tulis Daftar Belanja
Penting banget karena kamu harus menghitung total harga barang yang akan kamu bawa pulang dan harus lihat apakah melewati limit nilai harga barang kena pajak atau tidak. Paling gampangnya, jangan sampai melewati batas USD 500 per orang yah.

Hindari Kemasan Dus Berlebihan
Semisal kamu memborong smartphone, barang elektronik atau sepatu, keluarkanlah barang tersebut dari dus. Siapkan tas lain guna menampung barang-barang itu agar tak terlihat mencolok. Sebab makin banyak barang yang kamu bawa, makin tipis kemungkinan bebas cukainya.

Bawa barang dalam jumlah wajar
Sebelum kamu menyanggupi titipan rokok atau alkohol, ketahui jika kamu hanya diperbolehkan membawa maksimal 1 liter cairan atau 1 botol besar atau juga 2-3 botol kecil. Sedangkan rokok maksimal hanya 25 batang cerutu. Andai pihak bea cukai melihat jumlah barang yang kamu bawa tidak wajar, jangan kaget kalo nanti belanjaanmu malah dikarantina.

Hindari membawa uang tunai
Pastikan kamu tidak membawa uang tunai sebesar Rp.100 juta atau lebih dari pada kena biaya bea cukai ketika pulang ke Indonesia. Oleh karena itu, disinilah keuntungan kartu kredit digunakan. Kamu lebih mudah dan nyaman bertransaksi dibanding memakai banyak tunai.

Dan terakhir buat kamu yang suka banget sama tas mahal, jangan simpan tasmu di bagasi. Sebaiknya langsung pakai agar masih terhitung bebas bea cukai. Untuk lebih jelasnya lagi, kamu bisa baca di situs resmi Bea Cukai www.beacukai.go.id . Happy shopping!

Pantangan Dalam Berinvestasi

“Pengen untung”. Hampir semua yang berinvestasi punya tujuan tersebut. Untuk mencapainya ternyata bukan hanya soal mengerti kebutuhan dan pemahaman strategi yang tepat, namun juga ada pantangan yang harus dihindari . Warren Buffet, seorang pakar investasi Amerika menjelaskannya seperti ini:

Tidak mudah terpengaruh situasi sekitar
Biasanya orang akan cepat panik bila ada situasi yang mempengaruhi dinamika perekonomian. Ini akan berdampak pada cara kamu mengambil keputusan terhadap nilai investasimu. Kenali karakter dari instrumen investasi pilihanmu. Reksa Dana Saham misalnya, jika harga sahamnya jatuh justru menjadi peluang untuk menaikkan jumlah investasi atau membelinya. Jadi kamu tak perlu panik.

Mengejar keuntungan instan
Investasi memang membantu kita menambah pendapatan, tapi itu juga bukan proses yang cepat. Jangan terburu nafsu oleh iming-iming profit yang tinggi, ketahui dulu bagaimana seluk beluk instrumen investasimu dan bagaimana pengelolaan investasinya. Pelajari dengan baik sehingga hasilnya pun bisa optimal.  

Menunggu mahir berinvestasi
Kamu nggak akan tahu seberapa besar kemampuanmu jika belum pernah mencoba, termasuk dalam hal berinvestasi. Segera mulai dari sekarang sambil belajar dalam perjalanannya. Kamu yang pemula dapat mencoba Reksa Dana Pasar Uang dengan rendah resiko. Nanti bila kamu sudah mulai mengerti dan merasakan untungnya, kembangkan investasimu melalui Reksa Dana Saham.

Tidak menggunakan mata uang Cryptocurrency
Warren Buffet meyakini bahwa bitcoin bukanlah investasi, melainkan spekulasi sebab ia bukan sesuatu yang stabil atau jangka panjang. Apabila kamu memang sempat beruang banyak karena mencoba bitcoin, baiknya uangmu sekarang dialihkan ke investasi yang lebih benar antara Reksa Dana Pasar Uang atau Reksa Dana Saham.

Saran dari Warren Buffet di atas menunjukkan bahwa dalam berinvestasi pun kita harus punya prinsip yang tegas dan harus selalu fokus terhadap tujuan. Nah, kamu yang belum juga memulai investasi mau menunggu apa lagi? Yuk, mulai berinvestasi dari sekarang.

Ketahui Gaya Milenial Untuk Berbisnis

Di tahun 2018, jumlah milenial di dunia sudah mencapai 1.7 miliar. Sebagai konsumen aktif, mereka memiliki spending power yang super besar dan akan bertambah besar dalam lima tahun ke depan.

Dengan jumlah yang mencapai 24 persen dari populasi global, nggak heran banyak perusahaan menyasar kaum milenial sebagai target market mereka.

Buat kamu yang lagi membangun bisnis, coba simak 10 habit kaum milenial dalam memilih produk berdasarkan hasil research dari Nielsen Global Survey untuk mengetahui sebenernya apa sih yang kaum milenial sukai :

1. Bagi kaum milenial kesehatan itu nomor satu. Pemilihan bahan produk yang organik dan ramah lingkungan menjadi concern untuk menjaga kualitas hidup. Mereka rela membayar lebih untuk makanan sehat dan berkualitas.
2. Kaum milenial memilih snack sehat sebagai pengganti makan utama.
3. Kaum milenial lebih memilih online channel sebagai sarana belanja mereka, baik fashion, barang-barang elektronik, sampai peralatan memasak.
4. Buat kaum milenial penting banget mereka mengetahui visi dan misi dari suatu perusahaan dan review tentang produk tersebut.
5. Kaum milenial nggak gengsi untuk menyewa atau meminjam barang. Bahkan belakangan ini mulai tumbuh bisnis membership penyewaan fashion bahkan baby items.
6. Walau hobi belanja online, kaum milenial suka berinteraksi sosial alias hang out sama temen karena itu hukum wajib bagi kaum mereka.
7. Untuk kamu yang sedang berbisnis, pastikan konten sosial marketing kamu super keren karena kaum milenial memiliki kemampuan digital multi tasking. Mereka bisa nonton video streaming sambil browsing produk yang pengen mereka beli.
8. Terakhir, bagi kaum Milenial Fair Trade itu penting.

Hasil research dari Nielsen Global Survey tentang habit konsumer milenial menyimpulkan bahwa kaum milenial adalah generasi sosial yang didorong oleh komunitas dengan rasa berbagi yang tinggi. Mereka menginginkan produk yang berguna untuk mereka, komunitas dan juga lingkungan alam.

Nah, udah tahu kan apa aja kesukaan kaum milenial jaman now? Sekarang kamu bisa ngembangin usaha bisnis kamu dengan mengikuti gaya kesukaan kaum milenial supaya usaha kamu nggak berhenti di tengah jalan. Good Luck !