Detoks Kartu Kredit Pasca Lebaran

Happy Lebaran teman-teman! Pada mudik kemana aja nih? Seru banget dong ya berkumpul sekaligus jalan bareng keluarga. Mumpung lagi pulang kampung, pasti kalian berusaha menyenangkan orang tersayang dengan THR atau biar lebih gampang tinggal gesek kartu kredit. Ini nih yang sedikit berbahaya, asal gesek tahu-tahu tagihannya bikin mata melotot.
Setelah liburan enak, sekarang saatnya siapin mental kalian untuk detoks alias membersihkan diri dari perhutangan dengan menerapkan strategi berikut supaya kamu bisa cepet napas lega dan kembali berinvestasi:
Hentikan Pemakaian Kartu Kredit. Ini langkah awal yang paling penting. Tinggalkan kartumu di rumah, lalu gunakan uang tunaimu dalam transaksi. Dengan tunai, pengeluaranmu bisa jauh lebih diatur karena kamu akan lebih memikirkan prioritas kebutuhan. Jika kamu masih bersikeras pake kartu kredit saat utang masih numpuk ya nggak papa. Paling resikonya capek sendiri ngelunasin tagihan.
Biar kamu nggak males atau konsisten sama jumlah pembayaran, mendingan aktifkan aja autodebet pada tanggal cetak atau maksimal seminggu setelahnya. Jadi memang ada sedikit pemaksaan agar utangmu cepet lunas. Memang nyebelin, tapi itu juga bisa menolong kamu lebih teratur dalam pemakaian keuangan harian.
Lunasi Kartu Kredit Dengan Bunga Terbesar. Ketahuilah jika bunga tagihan itu bikin kamu seret. Makanya lunasi kartu kredit dengan bunga terbesar misal bayarlah dulu kartu kredit A yang berbunga 4%, barulah fokus ke yang tagihan kredit B dengan bunga 3% yang lebih kecil.
Bayar Melebihi Tagihan Minimum. Cara agar utangmu segera lunas adalah dengan menetapkan pembayaran minimal versi dirimu sendiri, bukan berdasarkan tagihan. Misalnya kamu punya total tagihan 5 juta dengan minimum pembayaran 400 ribuan. Bayarkan minimal 1 juta atau jika bisa 2 juta supaya di bulan ke tiga kartumu bersih dari hutang.
Kerja Sampingan. Ngerasa gaji utama nggak cukup buat bayar kartu kredit, kamu mungkin bisa coba cari tambahan kerjaan sementara di akhir pekan yang mampu menutupi cicilan kreditmu. Inget, duitnya bukan buat belanja lagi ya. Tapi lunasin hutang.
Nanti kalo udah beres, mulai gunakan lagi kartu kredit sesuai manfaatnya ya. Jangan sampai kejadian lagi dan utang jadi menumpuk ya! Dari pada habis buat bayar utang, mendingan dijadiin investasi seperti Reksa Dana.
Perjalanan Jangka Panjang Dengan Reksa Dana Saham

Investasi Reksa Dana Saham dalam dunia investasi memang sangat diminati karena tawaran return yang tinggi. Cuma perlu diinget jika di dalam prinsip investasi, makin tinggi potensi return maka resiko yang dihadapi pun juga makin tinggi. Loh berarti sama aja dong kayak main saham? Nggak, kalau itu beda lagi ceritanya.
Kalo main saham, kamulah yang harus melihat langsung pergerakan saham dan mengelolanya sendiri. Reksa Dana Saham memiliki komposisi 80% saham dan 20% lainnya. Lalu akan ada manajer investasi yang mengamati dinamika harga pasar saham sekaligus menganalisisnya. Dan tentunya seluruh proses pasti dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika berinvestasi ke reksa dana saham adalah:
Memiliki tujuan keuangan jangka panjang
Investasi reksa dana saham disarankan untuk kamu yang memiliki rencana keuangan dengan target di atas 5 tahun. Karena jika dilakukan dalam rentang periode waktu tersebut maka ada kemungkinan besar kamu bisa mendapatkan nilai return yang sangat tinggi meskipun fluktuasi return bisa saja sangat tajam.
Mendapatkan keuntungan optimal dengan potensi return yang bisa mencapai 15% setahun atau bahkan mencapai 20% setahun.
Diversifikasi investasi karena portfolio akan disebar ke berbagai saham sehingga resiko bisa dikelola dengan lebih baik.
Pencairan dilakukan secara online sekitar 5 hari bursa.
Kamu yang masih belum terlalu berani bermain investasi ini, bisa kok belajar pelan-pelan dengan modal Rp. 50,000. Cuma, kalo modalnya cuma sedikit, keuntungannya pun tidak akan terlalu besar. Tapi nggak papa, kan kamu jadi bisa belajar mekanisme Reksa Dana Saham dulu. Pas udah paham, pasti nanti lebih percaya diri merogoh duit lebih banyak buat investasi.
Investasi Besar Sepak Bola Dari Negara Kecil Islandia

Saat ini dunia sedang demam ajang piala dunia 2018. Pada ajang kali inipunya kejutan tersendiri, karena untuk kamu sang penggemar tim-tim besar seperti Portugal, Argentina, Spanyol bahkan Jerman yang harus merelakan kesayangannya pulang begitu cepat. Bisa dibilang, piala dunia tahun ini lebih dikuasai oleh tim yang kurang dijagokan, tapi berpeluang menjadi kuda hitam di babak selanjutnya misalnya Meksiko, Belgia dan yang sempat menyita perhatian adalah Islandia.
Mungkin kamu pernah memperhatikan bahwa Islandia sempat menjadi sorotan di sosial media karena profil pemainnya, serta perjuangan panjangnya untuk bisa lolos ke pertandingan dunia. Jika kamu tahu, Islandia sudah berusaha dapat mengikuti kualifikasi sejak 1954 kala Piala Dunia berlangsung di Swiss, sayangnya mereka ditolak untuk mengikuti fase kualifikasi karena dianggap belum memadai.
Demi mewujudkan keinginannya tampil, The Guardian menyebutkan bahwa selama 16 tahun Islandia membuat perencanaan jangka panjang serta berinvestasi dalam sistem pengembangan sepak bola yang sekarang jadi kunci keberhasilan mereka lolos ke Piala Dunia. Ini dia faktor-faktornya:
Pengenalan Sepak Bola Sejak Dini
Dengan populasi yang cukup sedikit, pemerintah Islandia memperkenalkan sepak bola kepada generasi mudanya sejak usia 3 tahun. Mereka didampingi oleh pelatih yang dikirim oleh Asosiasi Sepak Bola Islandia (KSI) untuk mengikuti berbagai kursus kepelatihan UEFA (Asosiasi Sepak Bola Eropa). Nanti di usia lima dan enam tahun, mereka akan dilatih oleh pelatih berlisensi B UEFA.
Pembangunan Infrastruktur
Perubahan sepak bola Islandia terlihat berubah di era 90an ketika pemerintah mulai menangani masalah iklim ekstrim dan cuaca dingin yang mengganggu perkembangan mereka. Oleh karena itu, akhirnya dibangunlah sarana lapangan bola di dalam ruangan yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti medis, ruang ganti dan lainnya. Islandia hingga 2016 telah memiliki 11 rumah sepak bola dan diperkirakan terus bertambah.
Peningkatan Kualitas Pelatih
Menyaring pemain berkualitas sejak dini tidaklah cukup jika belum diimbangi dengan pelatih mumpuni. Di 2006, Islandia melalui KSI gencar dalam mendorong pelatih lokalnya mendapatkan lisesnsi UEFA A dan B. Data terakhir di 2016 menyebutkan bahwa Islandia mempunyai 184 pelatih UEFA A dan 594 pelatih UEFA B.
Belajar Dari Kekalahan
Baru di tahun 1958, Islandia mendapat kesempatan untuk ikut babak kualifikasi, namun selalu berujung pada kegagalan. Tapi mereka menujukkan perubahan yang signifikan dan membuktikan bahwa negara dengan populasi terkecil mampu bermain di putaran Piala Dunia 2018
Dari Islandia kita belajar bahwa perencanaan matang dalam berinvestasi akan membawa dampak yang keren jika kita giat serta konsisten dalam prosesnya. Kamu pun bisa meraih keinginanmu, tentunya dengan usaha serta jenis investasi yang tepat.
Pentingnya Investasi Dalam Sepak Bola Jerman

Kepulangan awal Jerman dalam babak Piala Dunia 2018 tentu jadi hal mengejutkan buat kamu para penggemarnya. Sebab dalam 5 tahun terakhir, Jerman menunjukkan keberhasilannya di urusan bola serta dianggap telah bangkit dari keterpurukan dengan menjadi juara dunia tahun 2014. Bahkan jika kamu mengikuti sebelum berlaga di Rusia kemarin, Jerman pun menjuarai Piala Konfederasi FIFA 2017 bersama tim terbaiknya.
Dilansir dari beberapa sumber, kenapa tim sekuat Jerman bisa kalah kemarin? Saat ini, timnas Jerman sedang mengalami regenerasi angkatan baru dari generasi Mesut Ozil dan kawan-kawan. Proses ini bukan hal yang baru bagi Jerman mengingat pemerintah mengalokasikan sejumlah dana untuk investasi pemain sejak dini.
Dalam hal apapun, investasi sejak dini memang harus dilakukan agar kita bisa memetik hasil jangka panjang. Sebab kita tidak bisa hanya bergantung pada aset yang sudah ada. Jerman melakukan pembinaan pemain sedari usia 11-14 tahun. Tapi selain itu, ada beberapa faktor berikut yang mempengaruhi kesuksesan Jerman di Piala Dunia yaitu:
a. Karakter
Tipikal orang Jerman adalah mereka pekerja keras, disiplin, rapi, efisien strategis dalam membuat keputusan serta penuh perhitungan. Di Piala Dunia 2014 kemarin, tim Jerman benar-benar mengukur dan menganalisa persiapan mulai dari menghitung jarak dan waktu tempuh ke tempat yang dituju. Ribet sih, tapi mereka bisa jadi tim yang kuat.
b. Kiper Berjenjang Karir
Jerman bisa dilihat sebagai tim yang punya kiper tangguh. Ini tak lepas dari pembentukan sejak masih menjadi kiper junior atau kiper cadangan. Hingga nanti pada waktunya, kiper ini akan tampil menjadi yang utama menggantikan kiper yang mungkin usianya sudah dianggap tidak produktif dalam pertandingan bola.
c. Konsisten Dengan Pelatih
Tim akan berhasil jika belajar kekalahan dengan terus memperbarui strategi serangan dengan dukungan pelatih mumpuni. Jerman bisa dibilang menjadi tim yang loyal terhadap pelatihnya. Rata-rata pelatih bisa membawa Jerman menjadi juara dengan penanganan minimal 6 tahun. Konsistensi, keuletan dan terus belajar menjadi kunci dari pondasi mereka.
Nah, fondasi investasi yang kuat sejak dini bisa membawa kamu sekuat Jerman loh! Dimana mereka bisa bersaing di dunianya nanti dengan hasil investasi tersebut. Kamu jangan lupa investasi juga ya!