Pintar Investasi dengan Smartphone

Sosial media sudah jadi bagian dari kehidupan generasi milenials. Generasi jaman now ini menjadi generasi digital yang kehidupannya super bergantung dengan smartphone. Kebanyakan dari kita menggunakan smartphone untuk update kehidupan sosial bahkan ada juga yang sukses cari duit jadi content creator untuk media sosial.
Tapi gak cuma itu, jaman now kehidupan finansial kita juga sangat dimudahkan dengan kemajuan teknologi. Sekarang ini kamu sudah bisa berinvestasi kapanpun dan dimanapun cukup dengan modal internet dan register hanya lewat smartphone lho.
Kalau nggak percaya, kamu bisa nyoba beberapa investasi digital berikut ini:
Moinves
Aplikasi Reksa Dana dari PT Mandiri Manajemen Investasi. Berbagai jenis Reksa Dana dari Mandiri Investasi ada disini. Bahkan pilihan produk Reksa Dananya disesuaikan dengan profil risiko alias kepribadian kamu. Jangan khawatir untuk menghabiskan waktu dengan isi berlembar-lembar formulir pendaftaran, untuk register kamu bisa sign up langsung di hape kamu. Kapanpun dan dimanapun mau cek perkembangan dana investasi juga bisa tinggal lihat di monitor hape kamu. Mudah kan?
Akseleran
Aplikasi P2P lending untuk jadi peminjam ataupun jadi investor bisnis. Dengan menjadi investor kamu bisa memilih langsung jenis bisnis yang membutuhkan dana investasi dan tingkat pengembalian bunga yang kamu inginkan. Enaknya kamu sudah pasti dapat fixed return/ tingkat pengembalian bunga yang pasti sesuai perjanjian pinjaman. Bahkan bunga pinjaman ini diatas tingkat suku bunga deposito.
Beli emas via Tamasia.
Untuk kamu yang ingin beli emas, cobain deh aplikasi Tamasia untuk jual beli emas secara online. Buat kamu yang mau nabung emas untuk seserahan pernikahan, bisa mulai nyicil beli emas di Tamasia. Beli emas sesuka hati mulai dari 10 ribu rupiah dan dijamin ini emas murni 99.99% cetakan Antam. Lagi pula kalau kamu kepepet butuh dana cepat, proses penjualan cepat dan uang akan langsung ditransfer ke rekening kamu.
Nah! Jangan cuma browsing dan enjoy sosial media aja. Take some time to learn and take action untuk berinvestasi!
Belajar Mengelola Bisnis dan Investasi dari Abimantra

Menjadi Entrepreneur menjadi salah satu ambisi Abimantra Pradhana. Selain menjadi co-founder dari Sana Studio, ayah satu anak ini juga menghidupkan Kopi Sana karena kopi adalah bagian dari hidupnya. Selain itu, kesibukan yang Abi lakukan adalah membagi pengetahuannya dengan menjadi Dosen Arsitektur dan membangun bisnis konsultan Arsiteknya, Ago Architects.
Setiap lini bisnis memiliki tantangan dan perjuangan yang berbeda. Menurut Abi ada 3 tantangan terbesar dalam membangun bisnis yang penuh kompetisi.
Menjadikan produk atau jasa memberikan rasa positif sehingga tercipta “engagement.”
Menciptakan captive market dan membangun loyalitas.
Mempertahankan konsistensi dan kualitas produk dan pelayanan.
Inspirasi yang ada di hidup Abi berasal dari interaksi yang Ia temui sehari-hari. “Teruslah belajar karena akan membuat kita semakin baik dalam berkarya.” Kunci terpenting dalam membangun bisnis dan investasi adalah impact yang positif!
“We have to make great impact!”
Berbisnis dan berinvestasi itu membutuhkan waktu, pengetahuan, dan kemauan yang keras. Walau terkesan banyak banget kerjaannya, tapi ini memang yang ingin dilakukan Abi di hidupnya dan persistensi menjadi bekal melakukan semua hal ini.
Di tengah kesibukannya, Abi tetap disiplin berinvestasi. Jatah untuk investasi terbesarnya adalah untuk tempat tinggal, sebanyak 30 persen karena rumah kreasinya ini menjadi alat Marketing alias promosi untuk menarik klien. 20 persennya di tabung atau di bisniskan kembali.
Baru-baru ini Abi berhasil merampungkan proyek #3500milimeterhouse alias rumah dengan lebar hanya 3.5 meter! Dari pada hidup menumpuk di apartemen, Abi mewujudkan solusi nyata untuk bisa hidup dalam rumah yang compact, efisien dan berlokasi strategis di Jakarta Selatan.
Menjelang kuartal terakhir 2018 ini Abi sudah sibuk menganalisa trend untuk di 2019, set up program serta membuat langkah antisipasi sebagai pergerakan market.
Ini smart investment tips loh, selain rajin menganalisa, memonitor perkembangan bisnis dan investasi kamu juga harus bisa mengantisipasi risk (resiko) and rewards (profit).
Nah, yuk belajar berbisnis sembari berinvestasi mulai dari sekarang.
Investasi Rendah Risiko

Tak ada investasi yang tak berisiko. Perbedaannya hanyalah pada pemilihan instrumen yang kamu gunakan guna mengembangkan uang yang kamu miliki. Pada prinsipnya, kalo mau dapet untung lumayan ya harus bisa menerima risiko tinggi. Tapi, investasi bagus ternyata nggak selalu harus menantang diri loh. Ada beberapa barang bernilai seperti dibawah ini yang apabila kamu jeli memanfaatkannya akan menjadi sebuah investasi menghasilkan dengan efek tak seberapa. Apa aja?
Wine
Kamu yang gemar mengkonsumsi minuman ini, sebaiknya pertimbangkanlah untuk diinvestasikan. Sebab harga wine mengalami kenaikan antara 6-15% dari tahun ke tahun. Ini juga mengingat makin lama pasokan wine makin langka khususnya jenis vintage. Meski menggiurkan, tapi dalam prosesnya kamu harus sabar supaya tercipta wine nikmat yang dapat dibelanjakan banyak orang.
Emas
Alasan orang tertarik menyimpan emas karena investasi ini mudah dan sangat liquid. Lagipula, benda ini juga tidak memerlukan perawatan khusus. Meskipun sekarang sudah terkena pajak, tapi masih tetap prospektif sebab maksimal hanya 0,9% pajak dari imbal hasil kenaikan harga emas. Maka dari itu, jika uangmu berlebih, sisihkan untuk membeli emas batangan atau perhiasan untuk disimpan selain mengandalkan keuntungan Reksa Dana Pasar Uang.
Karya Seni
Acuhkan saja orang-orang yang menganggap barang seni lama itu termasuk kategori sampah. Jangan pernah dibuang karena kian lama usianya, nilainya pun bisa tambah mahal dan dicari oleh berbondong kolektor lainnya. Hanya saja kamu mesti rajin merawat. Disinilah strategi penjualan harus dimainkan karena kerusakan sedikit saja mampu mengurangi nilai. Gak pengen rugi dong?
Kamu yang masih ingin mencoba mendalami investasi, baiknya memang dari yang risikonya kecil seperti beberapa pilihan diatas. Apabila kamu belum memiliki keempatnya, coba aja dulu dari Reksa Dana Pasar Uang di Moinves.
Tips Backpackeran Buat Pemula

Mayoritas hobinya jalan-jalan, punya cerita baru, merasakan pengalaman hidup di daerah berbeda, nambah temen hingga bisa memperbarui foto di sosial media. Sayangnya, berpelesir itu mahal apalagi jika kamu tipe yang terbiasa liburan enak. Padahal kalo mau sedikit bersusah payah dengan pergi backpacker, pengeluaranmu bisa hemat banyak. Gaya travelling jenis ini memang butuh usaha dan keberanian. Tapi sebenernya nggak menyeramkan kok kalo kamu ikuti langkah berikut:
Buat itinerary
Karena kamu perginya mandiri, buatlah tujuan dan jadwal selama berpergian supaya perjalananmu teratur. Kecuali memang kamu hanya sekedar pergi secara spontan. Tapi baiknya susunlah rencana dan perbanyak referensi agar mengurangi masalah tak terduga sehingga liburanmu kacau.
Bawa barang seperlunya
Tas ransel membantumu lebih praktis berpergian ketimbang koper. Tapi tidak masalah kalo misalnya koper membuatmu ringan bergerak. Tapi perhitungkan juga barang bawaanmu. Bawalah yang benar-benar perlu, bukan hanya sekedar untuk jaga-jaga. Makin berat tas kamu nanti bisa nyusahin perjalananmu di jalan.
Seringlah berjalan kaki
Seni dari backpacker ialah kamu bisa melihat sekeliling lebih dekat dengan mengandalkan ayunan langkah kakimu. Seandainya butuh kendaraan untuk mobilisasi, lebih baik naik transportasi umum yang tersedia saja. Mungkin lebih ribet, tapi sesekali nyobain juga tidak ada salahnya. Anggap saja memperkaya pengalaman.
Kontrol nafsu belanja
Bila ditengah perjalanan kamu kehabisan uang cuma demi beli barang lucu, bisa dibilang misi percobaanmu gagal total. Backpacker bukan perihal berbelanja, tapi lebih membeli kejadian-kejadian yang bisa kamu ingat untuk dirimu sendiri. Bahkan perjalanan tersebut juga bisa membuatmu lebih bersyukur terhadap yang sudah kamu miliki saat ini.
Memburu tiket promo
Anak backpacker pasti rajin banget ngelakuin ini. Sebab semakin kecil pengeluaran, semakin untung kamu di jalan. Rajin-rajin cek website pemesanan tiket atau penginapan. Pas lagi hoki, diskonan yang didapat cukup besar untuk pulang pergi. Lumayan betul kan?
Nah, nggak perlu mikir-mikir lagi. Cari lokasi mau kemana liburanmu pekan ini dan ajak teman-temanmu untuk berkemas, menikmati perjalanan, dan dapatkan pengalaman baru tak terlupakan!
Kalo gitu, destinasi favoritmu kemana? Share yah!
Belajar Sukses Berbisnis dari Film Crazy Rich Asians

Akhirnya buku best seller “Crazy Rich Asians” sudah rilis di layar lebar. Bahkan opening weeknya sukses dan langsung jadi Box Office di Amerika. Untuk penduduk Indonesia, sabar yah! Bulan September ini akan segera hadir di layar bioskop kesayangan Anda.
Selain sukses jadi Box Office di Amerika, coba kita ambil pelajarannya yuk gimana caranya membangun bisnis dan berkarir dari Rachel, si tokoh utama yang ada di buku ini. Siapa tahu suatu hari bisa hidup mevvah ala Crazy Rich Asians. Nah, coba simak lima tips berikut ini:
Knowledge is powerful.
Rachel sebagai pemeran utamanya berprofesi sebagai Profesor Ekonomi. So pasti, pendidikan itu penting banget karena bisa mengubah jalan hidup seseorang. Pengetahuan bikin diri kamu berkembang untuk maju sehingga bisa mencapai tingkat finansial yang oke!
Membangun network, dari keluarga, pertemanan hingga hubungan bisnis.
Penting loh untuk menjaga hubungan baik dari orang-orang di sekitar kamu karena bisa saja mereka lah yang membuka peluang karir dan bisnis. Sisihkan waktu kamu untuk bersosialisasi di berbagai event atau workshop dan jangan segan untuk memulai awal perkenalan.
Penampilan itu penting.
Berpenampilan menarik dan rapih itu udah jadi standar wajar untuk berbisnis maupun berkarir. Apalagi kalau mau meeting ketemu potential boss atau klien, inget ya kalau “first impression matters” yang bisa aja ada meeting dadakan. So, kamu ga usah khawatir tentang penampilan. Pastikan kamu punya waktu cukup untuk bersiap diri. Berpenampilan oke akan membangun percaya diri yang tinggi.
Belajar Negosiasi.
Rachel memang professor yang jago dalam mengambil keputusan strategis. Untuk mengambil keputusan tersebut, negosiasi adalah salah satu cara yang mengharuskan kamu kapan harus bertindak mengambil kesempatan. Dalam bernegosiasi kamu harus berani mengungkapkan pendapat dan mengeskplor kesempatan baru. The great thing about negotiation is help you to achieve win-win solution.
Jadi oportunis!
Harus berani mencoba, mengambil kesempatan dan berusaha sekeras mungkin untuk mewujudkannya. Kebanyakan orang memiliki tenaga dan skill tapi sedikit sekali yang memiliki kesempatan. Take a brave step to nail the opportunity, maybe you will landed among the millionaires. Be Brave, Be Crazy and Be a proud Indonesian!
Pokoknya yang penasaran filmnya seperti apa, untuk sementara bisa kok baca bukunya atau lihat cuplikannya di Youtube! Enjoy Guys!
Tanda Lingkungan Kerjamu Tak Sehat

Namanya bekerja pasti akan ada titik stresnya. Penyebab stres itu macam-macam. Misalnya masalah pribadi yang berimbas ke pekerjaan, kondisi tubuh yang terlalu lelah hingga lingkungan kerja yang nggak sehat. Nah, kalau itu dibiarkan nanti bisa berpengaruh ke performa kerjamu bahkan kesehatan mentalmu. Sebelum terlambat, yuk kenali seperti apa sih ciri kehidupan kantor yang kurang sehat.
1. Ketidakcocokan antara atasan dan bawahan.
Salah satu yang membuat seorang pegawai betah dan semangat bekerja adalah karena adanya rekan kerja plus atasan yang menyenangkan. Namun, ternyata si bos suka memberi perintah tanpa adanya diskusi terlebih dahulu. Bos seperti itu malah akan menjadikanmu orang yang nggak produktif dan kurang kreatif.
2. Kurangnya pengakuan atas keahlian.
Kalo kamu merasa memiliki kemampuan atau latar belakang pendidikan mumpuni tapi saat bekerja justru memilih pekerjaan remeh, mungkin perlu dipertimbangkan lagi keberadaanmu di perusahaan tersebut. Apalagi cuma sekedar datang absen dan minim kontribusi, gak selamanya gaji buta itu bermanfaat buat masa depanmu guys.
3. Ketidaksepadanan gaji dengan beban kerja.
Kalau kamu sudah bertahun-tahun loyal ke perusahaan dan berada di posisi strategis tapi tidak diimbangin gaji sesuai beban kerja. Coba ajukan permintaan penyesuaian pendapatan ke bos kamu. Tanyakan alasannya jika ditolak. Jika menurutmu kurang bisa diterima tidak ada salahnya untuk mencari pilihan kerja di tempat lain yang mampu menerima kapabilitasmu.
4. Kurang waktu beristirahat.
Ingatlah bahwa bekerja itu untuk memenuhi kebutuhan hidup, bukan mencari penyakit. Perlu kamu pikirkan ulang bila pekerjaanmu sangat menyita waktu istirahat sehingga kamu berkali-kali jatuh sakit. Apakah pola hidupmu yang kurang sehat, atau pekerjaanmu yang tidak memberikanmu waktu rehat?
Nah, kamu yang sudah mulai merasakan gejala di atas bisa segera mengambil keputusan. Tanyakan ke dalam hatimu lebih nyaman bertahan atau memilih untuk pindah?