Menghadapi Pertanyaan Keluarga Saat Natal

Perayaan Natal yang membahagiakan bisa berubah karena pertanyaan keluarga seperti “Kapan lulus?”, “Kapan nikah?”, “Pacar mana?”, “Kerjaan gini doang?” dan semacamnya. Bosen kan diusik pertanyaan tahunan macam begitu? Daripada kesal, mari lakukan beberapa cara berikut agar Natalmu terselamatkan dan tetap mengesankan:

Buat permainan
Pertanyaan basa basi akan muncul ketika suasana rumah sudah sepi. Nah  supaya tetap seru, buatlah permainan sederhana kemudian ajak sepupu atau anggota keluarga lainnya ikut. Misalnya boardgames, uno, two truths and one lie, dan lainnya. Bila sudah lelah, tidur atau pulanglah supaya kamu tidak ditanya macam-macam.

Mengalihkan topik pembicaraan
Buat topik menarik sehingga keluarga tidak terpikirkan untuk bertanya hal pribadimu. Dari topik tersebut akan timbul diskusi seru sehingga kamu pun terselamatkan,misalnya rencana bepergian, prestasi pekerjaan, atau update hal-hal menarik lainnya.

Memasak
Belanjalah beberapa bahan dan hidangkan makanan spesial khusus Natal. Ajak anggota keluarga seru-seruan masak bersama. Jika perlu, adakan saja lomba memasak kecil-kecilan, nanti pemenangnya akan mendapatkan hadiah. Setidaknya cara ini dapat membuat mereka sibuk sehingga mengurangi intensitas percakapan.

Menonton film
Natal tentu saja banyak banget film lucu yang dapat ditonton misalnya saja Home Alone atau film box office lainnya. Nonton bareng bisa menjadi alternatif mudah untuk menghindari obrolan sensitif. Biasanya mereka tak akan terpikir untuk bertanya apabila kamu sedang fokus dengan kesenangan tertentu dan juga membiarkanmu menikmati waktu santai.

Mengubah perspektif
Ada kalanya pertanyaan-pertanyaan menyebalkan tersebut tidak dapat terhindarkan. Kontrol emosi dan jawablah dari sudut pandang lain yang positif misalnya kalau ditanya “Pacar mana?”, bisa dijawab dengan “Doakan saja semoga segera ditemukan Tuhan”, “Kapan nikah?” bilanglah “Semoga bisa cepat terlaksana” .

Semoga trik diatas membantu ya. Selamat Natal, semoga berkah semakin dilimpahkan untuk kalian sekeluarga!

Pesan Keuangan dari Film Seru Natal

Keseruan Natal nggak lengkap tanpa anggota keluarga yang ramai, makanan enak dan juga film keren. Kalian yang cuma santai-santai di rumah demi menghindari keramaian jalan, ada beberapa film bagus nih yang bisa ditonton bareng. Tapi tahukah kamu bila di film berikut juga terselip pesan keuangan? Yuk simak.

Home Alone 2 – Lost in New York
Di film ini, Kevin (Macaulay Culkin) yang nyasar di kota New York menginap di Royal Suite hotel mewah. Kevin yang belum memahami pertanggungjawaban keuangan memakai kartu kredit Ayahnya untuk memenuhi kebutuhan mewahnya. Setelah bertemu kembali dengan keluarganya, barulah diketahui bahwa tagihan kartu bengkak karena ulah Kevin. Inilah pentingnya mengajarkan keuangan sejak dini ke anak, supaya dalam keadaan darurat mereka tahu bagaimana cara memperlakukan uang yang ada.

Jingles All The Way
Howard Langston (Arnold Schwarzenegger) yang merupakan Ayah super sibuk merasa bersalah akibat tak memiliki waktu bersama anak hingga akhirnya ia memutuskan membeli mainan yang sangat diinginkan anaknya. Sayangnya, Langston meremehkan keberadaan mainan ini karena menganggap sangat mudah didapatkan. Kenyataannya, ia harus rela antri demi mainan tersebut. Makanya, riset sebelum membeli itu dianjurkan mulai dari harga sampai profil barang apalagi ketika Natal.

Elf
Kamu yang suka banget kerja, coba tonton film ini. Buddy (Will Ferrel) tak sengaja terangkut oleh Santa ke Kutub Utara saat dia masih balita. Hingga suatu hari ketika Buddy sudah dewasa, ia memutuskan mencari ayah kandungnya di New York. Sayangnya sang ayah yang workaholic sulit menerima si anak ini. Karir yang bagus, uang yang melimpah menjadikan dirinya begitu sinis. Tapi pada akhirnya ayah Buddy menyadari bahwa sesibuk apapun mengejar rezeki, keluarga tetaplah yang utama.

Merry Christmas everyone! Semoga banyak kegembiraan menyertaimu sekeluarga.

Waktu yang Tepat Membeli Rumah

Mendengar kata “beli rumah” rasa-rasanya sudah membuatmu pusing duluan nggak sih? Memang harga rumah yang terkadang nggak masuk akal menjadi bahan pertimbangan. Besarnya cicilan, belum lagi pemeliharaannya beserta dokumen administrasinya menjadikan rumah sebuah beban pikiran utamanya bagi kaum millenial. Tapi mau tidak mau harus dipikirkan demi masa depan apalagi bila sudah ada keinginan menikah. Sebenarnya, kapan sih enaknya beli rumah itu?

Karyawan tetap
Status pekerjaan akan dilihat ketika kamu memutuskan membeli rumah apalagi jika ingin mengajukan cicilan. Penyebabnya, disitu akan tergambar jelas penghasilan per bulanmu sehingga lebih mudah menganggarkan cicilan bulanannya. Sedangkan kamu yang berstatus kontrak, biasanya bank belum bisa memprioritaskanmu karena dianggap belum berkapasitas dalam kondisi keuangan. Baiknya tunda dulu sampai kamu mendapatkan peluang kerja lain agar hidupmu lebih aman.

Investasi
Kecuali kamu punya dana tunai hasil investasi, KPR sudah pasti menjadi cara utama agar rumah impian terbeli. Syaratnya adalah kamu harus menyiapkan uang muka sekitar 10% dari harga rumah dan lebih baik kamu tidak punya cicilan lain supaya permohonanmu dikabulkan. Cicilan KPR pun juga tidak boleh melebihi 1/3 bulananmu. Maka dari itu, tumbuhkanlah Reksa Dana Sahammu dari sekarang untuk persiapan masa depan.

Suku bunga turun
Ini sering tidak dapat diprediksi karena menyesuaikan kondisi ekonomi negara. Untuk mengetahui kenaikan dan penurunannya, kamu harus menyimak jejak di tahun sebelumnya. Selain suku bunga, perhatikanlah kawasan yang kamu pilih sebab akan mempengaruhi besarnya bunga cicilan. Oleh karena itu pertimbangkan dana serta akses keluar masuk jalur tempat tinggalmu. Jangan sampai sudah membeli rumah tapi malah melelahkan secara keuangan di jalan.

Kesiapan mental
Persoalan rumah tak cuma terhenti pada cicilan KPR saja, namun perlu dipikirkan mengenai pemeliharaannya;listrik, air, perabotan, kebersihan dan lainnya. Nah apakah kamu sudah siap dengan keribetan tersebut atau membeli rumah hanya demi gengsi semata? Jika belum siap benar, sebaiknya tinggallah di tempat yang memberimu nyaman dari sisi bulanan dan pikiran dulu. Barulah saat mentalmu siap, cicilan rumah bisa dipersiapkan.

Jadi kapan nih menurutmu siap punya rumah? Investasi di Reksa Dana Saham aja dulu, nanti kalau dananya sudah terkumpul bisa saja tuh tinggal tunjuk rumah.

Persiapan Kerja Sebelum Libur Panjang

Desember seperti ini, tubuh di kantor tapi pikiran sudah melayang ke destinasi liburan. Jangan senang di awal dulu, karena ingat hukum alam mengkondisikan bahwa semakin mendekati masa cuti, pekerjaan pun tiba-tiba terasa seperti numpuk atau memang benar-benar bertambah. Ingin liburanmu berkualitas tanpa membuka laptop kan? Dibawah ini adalah hal-hal yang harus kamu lakukan sebelum benar-benar menghilang dari kantor:

Lembur
Pemandangan yang biasa saat beberapa rekanmu atau bahkan kamu sendiri bekerja hingga larut demi mempercepat pekerjaan. Sebab sebenarnya ini dapat meminimalisir risiko pekerjaan menumpuk setelah libur. Selesaikan tanggung jawabmu agar liburan menyenangkan dan tak ada kewajiban mengangkat telepon atasan.

Beri pemberitahuan
Ini yang tak boleh dilupakan yaitu memberi pemberitahuan paling tidak sebulan sebelum libur kepada klien atau kolega kantor supaya pekerjaanmu dapat diantisipasi saat kamu sedang cuti. Tugasmu ialah mendelegasikan kepada pengganti sejelas mungkin agar tidak ada kesalahpahaman ketika kamu tinggal.

Beri nomor kontak penting
Jangan lupa beri nomor-nomor penting kepada kolega dan atasan yang berkepentingan dengan kamu. Hal ini berguna untuk jaga-jaga jika ada suatu kejadian yang memerlukan informasi darimu. Selain itu, sebaiknya tetap nyalakan seluruh perangkat komunikasi sehingga kolega dan atasan kamu masih dapat menghubungimu saat  mengalami keadaan genting.

Kurangi nongkrong
Demi menghemat uang sakumu, hindari dulu nongkrong yang tak berfaedah. Alihkan kegiatanmu seperti menyelesaikan tugas-tugas kantor atau pekerjaan sampingan jika ada. Sesekali menggunakan investasi untuk liburan itu diperbolehkan, hanya saja tetap harus secara bijak dan sesuai perencanaan keuangan yang dibuat. 

Rapikan meja
Bersihkan dan rapikan mejamu agar ketika kamu sedang berada di luar kota, kolega atau atasan kamu dapat mencari file-file atau barang yang dibutuhkan dengan mudah. Tempelkan catatan-catatan andai diperlukan serta bawa barang pribadimu pulang supaya lebih aman. Meja yang bersih akan memberimu semangat positif untuk bekerja kembali.

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Yuk kerja dulu, baru mikir liburan!

Membalas Jasa Ibu

Kasih sayang seorang Ibu tidak ada ujungnya sekalipun kita sudah bertumbuh dewasa. Sebagai anak yang telah memiliki penghasilan sendiri, sesekali rasanya ingin membahagiakan beliau seperti yang pernah dilakukannya ketika kita masih kanak-kanak. Nggak harus selalu materi kok, ada beberapa cara sederhana yang mampu membahagiakan hati Ibu:

Menghargai pendapat
Keluhan setiap anak terhadap Ibu biasanya seperti betapa cerewetnya mereka di banyak persoalan. Meski menyebalkan, tapi bersabar demi mendengarkan pendapat itu sangat mengapresiasi mereka. Perselisihan memang tak dapat dihindari, tapi sampaikan pikiranmu secara sopan agar tak menyinggung mereka. Cara berkomunikasi yang tepat akan membuka kata sepakat.

Peka
Kehebatan seorang anak terhadap situasi pekerjaan terkadang susah diaplikasikan di rumah. Belajarlah untuk peduli terhadap kepentingan rumah maupun orang tua misalnya dengan menanyakan kebutuhan atau hal yang bisa kamu bantu di dalam rumah. Perhatianmu inilah yang membuat mereka otomatis tersenyum. Mudah, tapi ternyata repot dilakukan.

Jujur
Semakin dewasa, kita akan lebih berhati nurani dengan menghargai sebuah kejujuran. Percayalah bahwa sebaik-baiknya kita menutupi permasalahan dari seorang Ibu nantinya akan terungkap juga. Maka dari itu berkatalah jujur ketimbang menyakiti perasaan Ibu. Nggak tega kan jika melihat mereka menangis sedih?

Menghibur
Luangkan waktu bersama Ibu ketika libur kerja, setidaknya setengah hari apabila di malam harinya kamu memiliki acara. Memasak bersama, makan siang atau jalan-jalan sore cukup ke tempat favoritnya. Berceritalah hal menyenangkan, tanyakan hari-harinya seminggu ke depan serta keinginannya. Biarkan ia bercerita, karena biasanya semakin tua, seorang Ibu hanya ingin didengarkan.

Dan yang terakhir, ucapkan terima kasih atas bantuan atau apapun yang Ibu lakukan untuk kita. Meski simple, tapi perkataan ini dapat menunjukkan kasih sayang tulus serta betapa bersyukurnya kita memiliki Ibu dalam hidupmu. Selamat hari Ibu para Ibu hebat. Terima kasih untuk kasih yang lapang dan  Cinta tiada batas.

Pertanda Investasimu Meraih Keuntungan

Menjelang akhir tahun seperti ini, sudah saatnya kamu melihat sejauh mana investasimu berkembang, apakah sesuai target atau malah sebaliknya. Tujuan berinvestasi tentu saja adalah ingin mencapai untung yang didapatkan. Ini bisa kamu lihat dari jenis investasi yang kamu pilih beserta tujuan hidup dari profil risiko berikut ini:

Konservatif
Cenderung memilih instrumen investasi yang sangat aman dengan hasil yang sudah diketahui sebelumnya, seperti Reksa Dana Pasar Uang. Investasi jenis ini cocoknya hanya untuk jangka pendek saja yaitu antara 1-3 tahun dan lebih mengarah pada kebutuhan terdekat saja seperti dana darurat atau pensiun.Nah, berhubung profil risiko ini umumnya berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang yang cenderung memiliki indikasi yang stabil, kemungkinan besar kamu sudah meraih keuntungan di akhir tahun ini.

Moderat
Apabila kamu merasa mulai percaya diri, ambilah risiko lebih besar melalui Reksa Dana Pendapatan Tetap yang cocok untukmu mengingat ia dipergunakan di kebutuhan jangka menengah. Namun, di level ini kamu,  sebagai investor tetap membatasi jumlah investasi agar tetap merasa aman.Di sini, untuk mengetahui apakah kamu sudah meraih untung atau belum, kamu bisa merujuk ke IBPA (Indonesia Bond Pricing Agency) index yang bisa kamu cek di sini, di mana index tersebut bisa kamu jadikan sebagai indikator kenaikan Reksa Dana Pendapatan Tetap kamu. Apabila index itu menunjukkan kenaikan, kemungkinan besar kamu juga telah meraih keuntungan di akhir tahun ini.

Agresif
Di tahap ini, kamu dilihat sebagai investor yang sudah berpengalaman sehingga berkeinginan mengambil risiko tinggi dalam pasar Reksa Dana Saham. Keuntungan yang kamu bawa dari investasi jangka panjang diatas 10 tahun ini adalah membantumu mewujudkan keinginan memiliki rumah hingga dana pendidikan anak. Nah, untuk yang ini jika kamu mau tahu seberapa jauh keuntungan yang bisa kamu dapat, kamu bisa cek Index Harga Saham Gabungan (IHSG), di mana kamu bisa melihat tanda keuntunganmu dengan melihat index tersebut sebagai indikator kenaikan Reksa Dana Saham kamu. Kalau index itu menunjukkan kenaikan, kemungkinan besar kamu juga telah meraih keuntungan di akhir tahun ini.

Namun, perlu diingat kalau IBPA dan IHSG hanya berperan sebagai indikator, keuntungan atau kenaikan yang akan kamu raih kembali lagi ke performa produk Reksa Dana kamu masing-masing.

Nah, seperti apa sih strategi Reksa Dana yang berpotensi menambah untung? Ada metode bernama Dollar Cost Averaging (DCA), mudahnya adalah dalam Reksa Dana Saham, saat harga saham mengalami penurunan, maka investor dapat membeli saham berjumlah banyak sedangkan sebaliknya bila mengalami kenaikan, saham yang dibeli berkurang. Tak heran jika strategi ini dipergunakan demi meminimalisir risiko.

Berdasarkan profil risiko yang kamu punya dan tujuannya, apakah investasimu cukup meraih keuntungan? Bila dirasa belum, yuk tingkatkan lagi pendanaannya dan terus asah kemampuan strategimu supaya pertumbuhan tahun depan meningkat. Konsistensi dan strategi investasi yang baik diperlukan sehingga hasilnya pun optimal.